Kamis, 9 April 2026

Meski Gratis, Beberapa Warga Tetap Enggan Naik Taksi Blue Bird

Meski gratis, sejumlah warga mengaku tetap enggan menggunakan layanan taksi Blue Bird.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Polisi menyambangi 4 pool taksi Blue Bird di Depok, Rabu (23/3/2016) untuk antisipasi lonjakan penumpang karena layanan gratis. 

WARTA KOTA, DEPOK - Taksi Blue Bird menggratiskan layanannya pada Rabu (23/3) ini, sebagai bentuk kompensasi akibat rusuhnya unjuk rasa yang dilakukan para sopir taksi, Selasa (22/3) kemarin.

Meski gratis, sejumlah warga mengaku tetap enggan menggunakan layanan taksi Blue Bird.

"Ogah ah. Saya terlanjur gak simpatik sama ulah mereka, di unjuk rasa kemarin," kata Novianty (35), warga Cinere, Depok, Rabu.

Menurutnya jika ia menikmati layanan gratis taksi Blue Bird, sama saja mendukung unjuk rasa anarkis yang dilakukan para sopir taksi, Selasa.

"Dan besok-besok mereka bisa saja demo anarkis lagi, kalau kemauannya gak dipenuhi," katanya.

Novianty bahkan menuding manajemen taksi Blue Bird tidak menyatakan permohonan maaf apapun atas aksi anarkis pengemudi mereka.

"Minta maaf secara resmi saja enggak, tahu-tahu nyogok dengan layanan gratis. Saya pribadi sih kecewa," katanya.

Hal senada dikatakan Yudi (32) warga Beji, Depok. Ia mengaku menolak cara taksi Blue Bird mengambil hati pelanggan dengan layanan gratis, paska unjuk rasa anarkis yang terjadi, Selasa.

"Saya tetap pakai Gojek aja. Ogah pakai layanan yang menolak inovasi," katanya.

Sementara hal berbeda dikatakan Meta Julianti (33), warga Pancoran Mas, Depok. Ia mengaku senang dengan layanan taksi gratis oleh Blue Bird ini.

"Senang ya senang, bisa ngirit ongkos, dan jatah voucher taksi dari kantor, bisa saya pakai di hari libur. Terimakasih Blue Bird," ujarnya.

Meta mengaku awalnya sempay kaget saat ia tiba di kantornya di Jalan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, usai menumpang taksi Blue Bird dari rumahnya di Pancoran Mas, Depok.

Sebab, sang sopir taksi menolak saat ia akan membayar dengan voucher taksi, jatah dari kantornya.

"Sopirnya nolak. Lalu saya bilang, apa abang gak mau terima voucher dan saya ganti pakai uang tunai saja. Tapi, dia bilang, memang enggak usah bayar mbak, karena hari ini semua taksi Blue Bird gratis," kata Meta sembari menirukan ucapan sang sopir.

Meta mengaku awalnya tak percaya. Namun setelah dijelaskan bahwa itu merupakan keputusan manajemen Blue Bird paska rusuhnya aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah sopir taksi, ia akhirnya mengerti.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved