Pakar: Perubahan Iklim Ubah Perilaku Nyamuk Aedes Aegypti
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB Prof Upik Kesumawati Hadi mengungkapkan, perubahan iklim telah mengubah perilaku nyamuk Aedes aegypti.
Gaya hidup manusia modern, lanjutnya, banyak menciptakan habitat baru bagi nyamuk Aedes untuk berkembang biak di lingkungan permukiman.
Data hasil penelitian di delapan lokasi menunjukkan angka bebas jentik 17,8-88,5 persen, yang artinya ada peluang terjadinya transmisi penyakit.
"Untuk bebas transmisi DBD di suatu daerah diperlukan angka bebas jentik di atas 95 persen," katanya.
Prof Upik menambahkan, rendahnya kepedulian dan tingginya mobilitas masyarakat mengakibatkan pengendalian vektor DBD tidak berjalan optimal. Sehingga perlu pendidikan dan pelatihan, mengingat kompleksnya permasalahan vektor.
"Pengendalian vektor menjadi pilihan utama untuk menekan DBD sepanjang pendekatan dengan vaksinasi belum berhasil. Upaya pencegahan nyamuk dengan 3M plus tidak cukup tetapi 4M yakni menguras, menutup, mengubur dan memantau," katanya. (Antara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dbd_20151017_035428.jpg)