Jumat, 22 Mei 2026

Harga Cabai Melambung, Pedagang Menjerit Keras.

Harga cabai membumbung tinggi, pedagang menjerit keras.

Tayang:
Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Harga cabe merah masih mahal dan terus meroket, akibatnya penjualan sangat lesu. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur sudah merangkak naik sejak satu minggu terakhir.

Kondisi tersebut tentu saja membuat para pedagang maupun pembeli mengeluh karena mempengaruhi daya beli masyarakat.

Salah seorang pedagang, Sumantri (50) mengatakan, harga cabai merah besar kini mencapai Rp 51 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 48 ribu per kilogram.

Bahkan untuk bulan Februari kemarin, cabai merah besar hanya Rp 42 ribu kilogram.

"Untuk harga cabai keriting sekarang Rp 42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 38 ribu per kilogram. Kalau bulan Februari kemarin, harga cabai keriting hanya Rp 21 ribu per kilogram," katanya, Selasa (15/3/2016).



Sementara itu harga cabai rawit merah dihargai Rp 44 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 37 ribu per kilogram.

Adapun harga cabai rawit hijau menyentuh angka Rp 22 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 23 ribu per kilogram.

Sumantri bersama dengan pedagang lainnya mengeluhkan kondisi tersebut.

Pasalnya secara otomatis mengurangi jumlah penjualannya karena banyak pelanggan yang mengurangi jumlah pembelian cabai.

Sementara itu salah seorang pembeli, Maimunah (40) mengaku kebingungan dengan kenaikan harga cabai.

Pasalnya ia harus menjual kembali cabai-cabai tersebut kepada konsumen dengan cara eceran.

"Kalau harganya mahal begini, bingung juga jualnya lagi. Banyak yang mengeluh karena harganya terlalu mahal, akhirnya mereka belinya cuma sedikit. Saya berharap semoga harga cabai bisa kembali normal supaya bisa berjualan lagi," ungkapnya.



Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Nurman Adhi mengatakan kenaikan itu dikarenakan banyaknya tanaman cabai yang diserang hama patek yang mengakibatkan daunnya layu dan mengering sehingga petani tidak dapat melakukan panen.

Akibatnya, penurunan pasokan cabai dari daerah seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju ke Pasar Induk Kramat Jati tidak terhindarkan.

Berdasarkan data yang ada, pasokan cabai mengalami penurunan secara berturut-turut pada bulan Februari dimana minggu pertama mencapai 115 ton per hari, minggu kedua menurun menjadi 111 ton per hari, minggu ketiga terus menurun menjadi 101 ton hingga minggu keempat yang hanya 98 ton per hari.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved