Awas, Begini Tanda-tanda Anak yang Kecanduan Pornografi
Kekhawatiran orangtua tentang penggunaan internet pada anak utamanya adalah menyoroti masalah pornografi.
WARTA KOTA, JAKARTA -- Kekhawatiran orangtua tentang penggunaan internet pada anak utamanya adalah menyoroti masalah pornografi.
Ini tak bisa disangkal karena gempuran informasi dari internet membuat akses terhadap pornografi pun lebih terbuka lebar.
Ibarat fenomena gunung es, ada sejumlah risiko dari interaksi internet yang tidak digunakan dengan bijak.
Pada anak kasus cyber bully, pornografi, dan masalah privasi menjadi tiga hal yang sering dikhawatirkan.
Pada tahap yang lebih lanjut, ini bisa membuat anak kecanduan pornografi.
Psikolog anak dan remaja dari Yayasan Pulih, Ika Putri Dewi, menjelaskan bahwa kecanduan pornografi pada anak memang bisa menyusup melalui penggunaan internet.
Bentuk kecanduan pornografi pada anak, bisa berupa terus-menerus menonton konten pornografi, mencari-cari konten tersebut, hingga masturbasi.
“Usia di mana anak mulai punya dorongan seksual itu, kan, ketika ia masuk masa pubertas. Perlu dipahami, kini usia pubertas anak pun lebih dini. Anak perempuan sekarang sudah menstruasi sejak usia 9 – 10 tahun. Pada usia awal pubertas ini, kematangan seksualitasnya belum maksimal sehingga ia lebih berisiko untuk kecanduan pornografi,” papar Ika.
Meski demikian, apabila anak sudah terpapar pornografi sejak dini, ia tetap berisiko kecanduan pornografi meski usianya belum masuk tahap pubertas.
“Dia bisa menonton dan memutar konten pornografi secara berulang,” ujarnya.
Ika menambahkan, seksualitas pada dasarnya adalah insting yang dimiliki setiap orang.
“Masalahnya, sudah matang atau belum pemahaman anaknya? Jadi secara dorongan pleasure, seksualitas itu sudah ada, sudah menjadi insting. Tapi masalahnya adalah bagaimana ia memahaminya.”
Lantas, apa tanda anak kecanduan pornografi?
Pertama, ujar Ika, ia akan lebih intensif menggunakan gadgetnya. Terutama ketika malam hari atau dalam kondisi menyendiri.
Lantas, anak juga akan mengalami gangguan konsentrasi. “Dia bisa melamunkan hal-hal terkait seksualitas setiap waktu.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151009kemajuan-zaman-ubah-perilaku-anak_20151009_110413.jpg)