Citizen Journalism
Hilangnya Rasa Malu di Negeri Ini
Banyaknya kasus pencabulan belakangan ini begitu sangat memprihatinkan, bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa public figure pun ikut-ikutan
WARTA KOTA, PALMERAH - Banyaknya kasus pencabulan belakangan ini begitu sangat memprihatinkan, bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa public figure pun tak kalah ganasnya ikut-ikut terlibat.
Begitu miris masyarakat kita yang terkenal dengan budi pekerti sopan santun dan budaya ketimurannya tercoreng dengan hal-hal memalukan seperti ini.
Begitu bobroknya mental manusia sekarang ini tak tahu apa penyebabnya, apa karna faktor agama?
Saya fikir begitu mengada-ada. Kasus yang baru-baru ini sering muncul di berita, kita semua tahu, ia seorang public figure yang dikenal sangat religius tapi kenapa bisa melakukan itu?
Apakah ada pelajaran agama yang mengajarkan itu? Setahu saya selama saya belajar agama tidak ada ajaran seperti itu. Faktor ini jelas salah manusianya sendiri yang tidak serius belajar agama.
Apakah faktor ketenaran? Mungkin bisa jadi karena seorang public figure begitu gampang mendekati seseorang apalagi yang ngefans sama si public figure, namun bagi yang masyarakat umum bukan public figure berarti tak bisa mengandalkan faktor ini. Faktor ini berarti juga salah.
Apakah faktor lingkungan/teman? Saya rasa faktor ini yang paling mungkin, karena pergaulan yang terlalu bebas tanpa batasan jadi begitu mudah bagi budaya-budaya yang tak seharusnya ada di Negara ini diserap oleh pergaulan-pergaulan seperti ini.
Namun kalau seandainya ada pengawasan dari keluarga/peraturan Negara mungkin juga peristiwa seperti ini tak kan terjadi. Faktor ini belum sepenuhnya benar.
Apakah faktor gaya hidup? Sepertinya faktor ini juga ada benarnya, begitu banyaknya uang namun kurangnya kasih sayang jadi merubah perilaku seseorang untuk mendapatkan kebahagiaanya sendiri.
Namun itu bagi yang berduit, bagaimana dengan yang tidak berduit? Saya kira hanya mereka-mereka para pelakunya yang tahu apa tujuannya.
Yang jadi pertanyaan cara apa untuk mencegah hal ini (pencabulan) terulang di kemudian hari?
Apakah kita tidak malu sebagai bangsa yang dikenal sebagai bangsa timur yang berbudi luhur. Ataukah malu kita sudah hilang?
Semua unsur & elemen harus disatukan, pendidikan di sekolah tentang ahklak, adanya pendidikan agama yang benar sedari dini, pengawasan orang tua di lingkungan pergaulanya, dan yang tak kalah penting peran serta masyarakat serta peraturan & hukum Negara yang mengatur khusus tentang kasus seperti ini.
Kalau kita semua ikut andil memerangi kasus ini, tidak ada kata tidak mungkin untuk menghilangkan monster-monster yang mengintai anak cucu kita di hari esok. Agar kita kembali tenang menjadi masyarakat yang berbudi luhur di mata dunia.

Aji Saestu,
Pebisnis Jasa di Tangerang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150509-ilustrasi-prostitusi_20150509_155650.jpg)