Senin, 11 Mei 2026

Kesehatan Kuda Delman Monas Akan Dinilai

Temuan bakteri Clostridium sp yang diketahui sebagai pemicu tetanus pada kotoran kuda delman yang beroperasi di Monas mengejutkan seluruh pihak

Tayang:
Tribunnews.com/Sylke Febrina Laucereno
Ilustrasi pengunjung naik bendi atau delman. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Temuan bakteri Clostridium sp yang diketahui sebagai pemicu tetanus pada uji feses atau kotoran kuda delman yang beroperasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) oleh Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat beberapa waktu lalu mengejutkan seluruh pihak.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat pun akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh kuda delman Monas pada Minggu (6/3) mendatang.

Pemeriksaan kesehatan kuda tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin merujuk pada laporan kondisi kuda yang diketahui mengalami penyakit kulit, mata dan penyakit lainnya.

Sehingga, diharapkan kuda-kuda yang beroperasi di kawasan taman seluas 80 hektar itu sehat, terlebih tidak menularkan penyakit berbahaya kepada masyarakat.

"Kami akan bersurat kepada Unit Pengelola Kawasan Monas untuk menyediakan tempat dan meminta untuk menginformasikan kepada pemilik kuda delman mengenai pemeriksaan."

"Kuda-kuda akan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan dari Sudin KPKP, setelah diperiksa akan diberikan cap sebagai tanda telah mengikuti pemeriksaan," jelasnya.

Bagi pemilik kuda yang mangkir tidak mengikuti pemeriksaan kesehatan, diungkapkannya, pihak Satpol PP Jakarta Pusat akan memberikan tindakan keras, yakni berupa penyitaan atas kuda dan kereta delman untuk dibawa langsung ke Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui sebelumnya, Monas telah lama menjadi tujuan utama bagi pelancong lokal maupun yang berasal luar negeri.

Namun, sepanjang dibuka bagi umum sejak diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 12 Juni 1975 silam, Monas diketahui menjadi lokasi utama penyebaran penyakit tetanus di Ibukota.

Penyakit berbahaya yang berasal dari bakteri Clostridium sp itu baru diketahui setelah Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat melakukan pemeriksaan pada sejumlah feses atau kotoran kuda delman yang tercecer di seputaran kawasan Monas, mulai dari Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Timur pada beberapa waktu lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengambil tiga sampel feses dari satu lapak kuda delman di Silang Timur Monas.

Sampel feses basah yang tercecer di sisi jalan dan trotoar diambil dan dibawa untuk diuji lab di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan, Teknologi Peternakan dan Pengujian Mutu Hasil Peternakan, Dinas Pertanian Kelautan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta.

Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan tiga metode, yakni natif, sedimentasi dan sentrifuse bertujuan untuk mengetahui kandungan feses kuda delman.

Hasil negatif patologi diketahui dalam pengujian metode natif dan sedimentasi, sedangkan pada pengujian metode sentrifuse ditemukan adanya bakteri Clostridium sp dan Strongyloides sp atau lebih dikenal cacing pita.

"Selain ditemukan kedua parasit itu dikhawatirkan ada bakteri lain yang kemungkinan bisa ditemukan, karena dalam feses kuda ditemukan juga bakteri Clostridium sp, pemicu tetanus. Bakteri ini sangat berbahaya pada manusia dan cepat menginfeksi manusia lewat luka terbuka," ungkap Mulyadi, Kasudin Pertanian Kelautan dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat, Rabu (2/3).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved