Infrastuktur
Ini Penyebab Pembangunan Jalan Tol Desari Baru 27 Persen
Progres pembangunan jalan tol Desari masih 27 persen. Pengembang terus menggenjot pekerjaan tol yang kelak menghubungkan Jakarta Selatan sampai Bogor.
WARTA KOTA, CILANDAK - Progres pembangunan jalan tol Desari (Depok-Antasari) masih 27 persen. Oleh sebab itu, pihak pengembang terus menggenjot pekerjaan jalan yang nantinya menghubungkan Jakarta Selatan sampai Bogor itu.
Memang pembangunan itu agak mundur dari jadwal yang direncanakan rampung pada pertengahan 2016 ini. Hal ini dikarenakan masih terkendala proses pembebasan lahan di wilayah Jakarta Selatan dan Depok sebanyak 10 persen.
"Pembangunan tahap pertama ini masih mencapai pembangunan fisik 27 persen. Dan masih memerlukan tanah pembebasan sebesar 10 persen. Yakni di sisi Cilandak Barat dan lima persen di sisi Depok. Di Jakarta Selatan 30 bidang lagi, di Depok 40 bidang," ungkap Tri Agus Priyanto, Direktur Utama PT Citra Waspphutowa saat dihubungi di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2016).
Tri Agus Priyanto mengatakan, pembangunan jalan tol itu seperti di Jalan Layang Non Tol Antasari. Karena di sisi bawah akan dibangun jaringan jalan yang menghubungkan jalan yang bisa dilalui oleh warga. Sehingga, pihaknya terus berupaya mengembalikan sisi jalan yang sebelumnya.
"Nanti bisa serapih Antasari. Bedanya ini jalan tol di atas dan yang bawah baru jalan biasa," tutur Tri Agus Priyanto.
Tri Agus Priyanto menjelaskan, hingga saat ini balok box girder yang terpasang sudah sepanjang 350 meter. Itu artinya masih kurang 2/3 lagi dari jalan sepanjang 1600 meter.
"Kami harapkan pada akhir tahun 2016 ini bisa digunakan," tutur Tri Agus Priyanto.
Beberapa waktu lalu, salah satu yang dipersoalkan oleh warga terkait dengan pembangunan tol Desari adalah saluran air yang buruk.
Ketika ditinjau oleh Pemkot Jaksel bersama dengan jajarannya awal bulan lalu, drainase langsung dibuat dan diperbaiki.
Tri mengaku tengah bekerja sama dengan Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan untuk membuat drainase yang sudah disesuaikan dengan desain dan perhitungan semestinya.
Sebelumnya, drainase di Cilandak Barat tempat pembangunan tersebut memang sudah ada. Namun, tidak lebar dan tidak memenuhi standar.
Yakni hanya memiliki lebar 30 cm. Oleh karena itu, pelebaran dilakukan.
"Panjangnya nanti 1600 meter di sisi kanan kiri dengan lebar 80 cm," lanjut Tri.
Karena saluran tersebut panjang dan akan dibuabt di dua sisi, diperlukan waktu yang cukup lama. Dia memperkirakan saluran tersebut rampung pada bulan Mei sampai Juni.
Untuk saat ini, saluran yang sudah selesai dikerjakan adalah di daerah jalan Margasatwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tol-desari-27-persen_20160222_002945.jpg)