Kasus Kekerasan Anak di Depok Berpotensi Meningkat
Jumlah kasus kekerasan terhadap anak baik fisilk maupun seksual di Kota Depok tampaknya masih cukup tinggi dan berpotensi meningkat di tahun 2016 ini.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Jumlah kasus kekerasan terhadap anak baik fisilk maupun seksual di Kota Depok tampaknya masih cukup tinggi dan berpotensi meningkat di tahun 2016 ini.
Pada bulan Januari 2016 ini saja tercatat sudah ada 39 kasus kekerasan anak yang terlaporkan dan diterima Polresta Depok.
Angka ini menunjukkan potensi jumlah kasus kekerasan anak di wilayah Depok cukup tinggi.
Sebab sepanjang 2015 lalu tercatat ada 231 kekerasan anak di Depok, atau naik dibanding 2014 yang tercatat ada 219 kasus kekerasan anak.
Data sebelumnya tahun 2015 dan 2014 ini menunjukkan jumlah kasus kekerasan anak yang terjadi di Depok, rata-rata perbulannya sekitar 18 kasus. Namun di satu bulan di awal 2016 ini, yakni di bulan Januari jumlahnya sudah melebihi dua kali lipat dibanding jumah rata-rata perbulan pada tahun 2015 dan 2014 lalu, yakni ada 39 kasus kekerasan anak.
"Memang potensinya naik. Dimana bulan Januari 2016 ini tercatat ada 39 kasus kekerasan anak. Sementara bulan Februari masih kita data dan jumlahnya sudah lebih dari belasan," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok Ajun Komisaris Elly Pandiasari saat sosialiasi pencegahan kekerasan anak di SDN 03 Beji, Depok, Jumat (19/2).
Menurut Elly banyaknya kasus kekerasan anak di Depok yang terlaporkan, membuat pihaknya kewalahan.
"Sebab tenaga kami di Unit PPA Depok hanya 11 penyidik. Sedangkan para pelapor selalu kejar tayang dan ingin kami bekerja cepat. Mereka ingin pelaku ditahan saat dilaporkan hari itu juga. Ini jadi kesulitan kami," kata Elly.
Apalagi tambahnya polisi memerlukan waktu dan tenaga untuk pembuktian atau mengumpilkan alat bukti.
Karenanya kata dia diharapkan tindakan pencegahan sangat penting untuk mengurangi kasus kekerasan pada anak terjadi di Depok.
Menurut Elly, pengawasan dan perhatian orangtua serta guru sangat penting untuk mencegah terjadinya kekerasan anak.
"Ini yang kita harapkan, dan semakin disadari para orangtua serta pendidik," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila yang juga hadir dalam sosialisasi itu menuturkan pihaknya sudah meminta pihak sekolah semakin intensif memperhatikan siswanya baik saat siswa sudah pulang sekolah.
Ia juga meminta guru atau pihak sekolah bekerja sama dengan orangtua untuk terus menerus berkoordinasi, memantau kegiatan para siswa.
"Dengan begitu saya rasa hal ini lebih efektif mencegah kekerasan terjadi pada anak-anak kita," kata Herry.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151019anak-kelas-1-sd-dibully-hingga-cedera-kelamin-dan-trauma_20151019_122431.jpg)