Minggu, 26 April 2026

Pengembang Tuntaskan Kewajiban Bangun Rusunawa Pulogebang

Sebanyak 360 unit rusunawa yang dibangun belasan pengembang anggota REI DKI di Pulogebang, Jakarta Timur telah rampung dan diserahkan ke Pemprov DKI.

Penulis: |

WARTA KOTA, JAKARTA - Sebanyak 360 unit rusunawa yang dibangun belasan pengembang anggota Realestat Indonesia (REI) DKI di Pulogebang, Jakarta Timur telah rampung dan diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Rusunawa tersebut merupakan bagian dari penyelesaian kewajiban serta dukungan pengembang REI DKI atas program pembangunan rusunawa oleh Pemda DKI Jakarta.

“Sebanyak 360 unit rusunawa Pulogebang selesai kami bangun. Proses serah terima kunci ke Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta juga sudah dilakukan akhir tahun lalu,” ungkap Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta dalam siaran pers, akhir pekan lalu.

Rampungnya proses serah terima Rusunawa Pulogebang itu, sambung Amran, merupakan bukti nyata bahwa REI sebagai mitra Pemprov DKI Jakarta turut berkontribusi dalam pengadaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jakarta.

Kondisi saat ini, rusunawa sudah dihuni antara lain oleh warga gusuran dari Bukit Duri, Jakarta Timur.

Di tengah rusun dibangun RPTRA lengkap dengan fasilitas olahraga, taman bermain, ruang kesehatan, dan ruang serba guna.

RPTRA tersebut dibangun dari dana corporate social responsibility (CSR) salah satu pengembang anggota REI DKI, PT Summarecon Agung Tbk.

Rusunawa Pulogebang merupakan realisasi dari kewajiban 18 pengembang anggota REI DKI Jakarta yang memiliki Surat Izin Penunjukkan Tanah (SIPPT) dan pengembang yang terkena denda Surat Persetujuan Penunjukkan Penggunaan Lokasi/Lahan (SP3L) sebagaimana diatur dalam SK Gubernur DKI Jakarta No. 540 / 1990 dan Pergub 1934/2002.

REI DKI, lanjut Amran, mengapreasiasi dukungan dan kerjasama Pemda DKI atas rampungnya pembangunan Rusunawa Pulo Gebang yang dikoordinir oleh DPD REI DKI Jakarta, sejak 9 tahun lalu.

Menurut Amran Nukman, masih banyak pengembang aggota REI DKI Jakarta yang berkomitmen memenuhi kewajiban dengan pola yang sama seperti dilakukan di Pulogebang, yakni kewajiban dikumpulkan, dibangunkan blok Rusunawa di atas tanah milik Pemprov DKI Jakarta.

“Namun kami masih menunggu pertemuan dengan biro terkait guna melakukan verifikasi terhadap besaran kewajiban masing-masing pengembang,” kata Amran Nukman.

Sebagai informasi, sejak tahun lalu Pemerintah DKI Jakarta menargetkan membangun Rusunawa di 15 lokasi di Ibukota.

Ke-15 lokasi proyek tersebut meliputi rusunawa Kampung Bandan, Rusunawa Ujung Menteng, Rusunawa Rawa Buaya, Rusunawa Waduk Pluit dan rusunawa Wisma Atlet Kemayoran.

Sisanya, dibangun di 10 lokasi pasar tradisional‎ atau rusun terpadu yakni Pasar Sunter, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi, Pasar Sindang, Pasar Serdang, Pasar Grogol, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Jelambar Polri, Pasar Sukapura dan Pasar Blok G Tanah Abang.

Rusunawa itu dibangun dan disiapkan bagi warga bantaran kali dan masyarakat pinggir rel kereta api. Rusunawa itu diprioritaskan untuk warga yang tinggal, bekerja dan mengeyam pendidikan dekat dengan lokasi rusun.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved