Rabu, 29 April 2026

Musim Hujan

Banjir di Rawa Jati Karena Saluran Rumah Tangga

Wilayah Rawa Jati, Pancoran dan Kebon Baru dan Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan menjadi lokasi banjir karena luapan Kali Ciliwung.

Warta Kota/Bintang Pradewo
Warga Kelurahan Rawajati membersihkan lumpur sisa banjir. Musibah banjir melanda tiga RT di Kelurahan Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/11) dini hari. Luapan Kali Ciliwung merendam rumah warga hingga ketinggian 130 centimeter. 

WARTA KOTA, PANCORAN - Banjir dua hari berturut-turut kembali melanda tiga wilayah di Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2016) dini hari. Wilayah Rawa Jati, Pancoran dan Kebon Baru dan Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan menjadi lokasi banjir karena luapan Kali Ciliwung.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD DKI, pada Selasa (2/2/2016) sekitar pukul 17.30 WIB, Bendung Katulampa mengalami Siaga 3.

Alhasil, pada Rabu (3/2/2016) pada pukul 03.15 WIB, air sudah meluap dan mengenangi lima RW di Kelurahan Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan. Ketinggian air antara 20 centimeter sampai dengan 40 centimeter.

Walaupun, sudah ada tanggul setinggi 1 meter di wilayah RW 07 Rawa Jati. Namun, karena warga membuat saluran got untuk buangan limbah rumah tangga di dua titik membuat resapan air keluar dari saluran tersebut.

Untungnya, air bisa surut dalam waktu dua jam atau sekitar pukul 05.15 WIB sudah surut.

"Penyebabnya saluran air rumat tangga‎ itu tidak diberi pintu air atau semacam klep di got. Agar air tidak masuk," kata Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Kota (KPBK) Jakarta Selatan, Danang Susanto, Rabu (3/2/2016).

Sementara untuk wilayah ‎Bukit Duri dan Kebon Baru terendam musibah banjir setinggi 50 centimeter. Namun, dalam kondisi banjir warga enggan mengungsi ke posko.

"Di daerah Tebet banjir karena memang daerahnya di bawah Kali Ciliwung. Jadi ketika ada luapan air dari Bendung Katulampa selalu tergenang," ucapnya.

‎Pantauan Warta Kota, warga pemukiman warga Gang Perintis, RT 08/10, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan yang sempat terendam dengan ketinggian antara 30-40 sentimeter sedang membersihkan rumahnya.

Saiful (29) warga sekitar mengatakan, air Kali Ciliwung meluap sekitar pukul 03.00, dan mulai menggenangi kediamannya hingga setinggi dengkul orang dewasa. Genangan di rumahnya tersebut terjadi sampai dengan pukul 05.00, tetapnya setelah curah hujan turun tidak begitu deras.

"Genangan lebih cepat surut sekarang. Kalau dulu bisa seharian. Semenjak ditanggul jadi cepat nih. Air mulai surut sekitar tiga sampai empat jam," katanya.

Ia menuturkan, pada Desember 2015 lalu, wilayah pemukimannya sempat dilanda banjir setinggi dada orang dewasa. Namun semenjak aliran Kali Ciliwung di wilayahnya itu dilakukan penurapan, durasi surutnya genangan menjadi lebih cepat.

"Memang di sini rendah, pas di pinggir Kali Ciliwung. Perubahan ada, dulu banjir Subuh, sore harinya baru surut. Kalau sekarang banjir Subuh paginya sudah mendingan," ujarnya.

Sementara itu, Wildan (20), warga lainnya menyampaikan, air mulai memasuki rumahnya pukul 00.00 setinggi 40 sentimeter.

Kondisi itu terjadi lantaran posisi rumahnya lebih rendah ketimbang rumah warga di bantaran kali lainnya. Meski demikian, pada tahun ini, genangan surut hanya dalam waktu sekitar empat jam.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved