Sampah Menumpuk di Sejumlah Pasar Tradisional Bekasi
Sejumlah pasar tradisional di Kota Bekasi dipenuhi sampah, Selasa (2/2). Sampah ini tidak terangkut oleh truk sampah, karena TPA Bantar Gebang masih
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI - Sejumlah pasar tradisional di Kota Bekasi dipenuhi sampah, Selasa (2/2/2016) petang. Sampah ini tidak terangkut oleh truk sampah, karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi milik pemerintah daerah masih ditata kembali pasca insiden longsornya tumpukan sampah di sana, Rabu (27/1/2016) lalu. Akibatnya, sejumlah pengunjung dan pedagang di sana mengeluhkan aroma busuk yang menyeruak.
Pantauan di lapangan, sampah menumpuk di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur dan Pasar Baru Kranji, Bekasi Barat. Mayoritas sampah didominasi bekas buah dan sayuran.
Tak jarang pengunjung maupun pedagang di sana, menutup hidungnya saat berada di sekitar lokasi.
Seperti yang terjadi di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Sehari pasca longsornya sampah di TPA Sumur Batu, sampah di sana tak diangkut lagi. Padahal produksi sampah melebihi 10 kubik per hari.
Haris (29) pedagang sayuran di sana, mengaku merasa tak nyaman dengan tumpukan sampah ini. Menurut dia, tumpukan sampah ini sudah terjadi sejak Kamis (28/1/2016) lalu. Para pedagang yang mengetahui hal ini, sudah melaporkannya ke pihak pasar.
"Sudah kami laporkan keluhan ini, cuma karena TPA Sumurbatu sedang ditata, jadi sampah dibiarkan begini," kata Haris saat ditemui di lokasi, Selasa (2/2/2016) petang.
Haris mengungkapkan, apabila terus dibiarkan dia khawatir bakal timbul berbagai penyakit di sana. Apalagi jarak antara tumpukan sampah dengan lapaknya kian mendekat.
Awalnya, jarak antar lapaknya dengan tumpukan sampah itu sekira 15 meter. Namun lambat laun, tumpukan sampah itu mulai mengarah ke lapaknya.
"Banyak belatung dan baunya busuk. Pembeli jadi ogah beli di sini," ujarnya.
Akibat kejadian ini, Haris terpaksa mengalami kerugian karena pembeli banyak yang urung mengunjungi lapaknya. Dia memprediksi, penurunan omzet bisa mencapai 50 persen.
"Biasanya dapat Rp 300.000-Rp 400.000 per hari, kini cuma bisa Rp 150.000 saja," jelasnya.
Oleh karena itu, dia berharap agar pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan Kota Bekasi bisa segera menyelesaikan masalah tersebut. Karena, katanya, dampak dari penumpukan sampah ini sangat luas.
Totok (32) salah seorang pengunjung pasar, mengatakan, tak heran bila pembeli urung membeli kebutuhan pokok di sana. Menurut dia, tumpukan sampah di sana sangat memprihatinkan dan perlu ditindak cepat oleh instansi terkait.
"Sampah harus tiap hari diangkut, sehari saja tidak diangkut membawa dampak buruk. Apalagi ini sudah berhari-hari," katanya.
Kepala Pasar Baru Bekasi, Nadih membenarkan bahwa sampah di sana memang tak terangkut sejak insiden longsornya TPA Sumurbatu. Namun dia memprediksi, sampah di sana akan diangkut kembali dalam waktu dua-tiga hari ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160131photo-breaking-news-sedimen-lumpur-dangkalkan-bibir-kali-cilincing_20160131_164536.jpg)