Selasa, 14 April 2026

Presiden Jokowi Serius Mewujudkan 10 Bali Baru

Pengembangan pariwisata harus betul-betul terintegrasi mulai perencanaan sampai pengelolaannya.

Twitter
Ilustrasi. Presiden Jokowi di Raja Ampat. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Semangat dan greget Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mewujudkan impiannya, mencetak 10 Bali baru makin terasa.

Berselang empat hari dari Rapat Terbatas (Ratas) tujuh menteri dan dua gubernur di kompleks candi termegah di dunia, Candi Borobudur, Magelang, Selasa (2/2/2016), sejumlah pihak terkait tancap gas untuk merealisasikan kawasan destinasi baru wisata.

Bahkan, orang nomor satu di Republik ini memimpin langsung ratas untuk akselerasi 10 Destinasi Prioritas yang sering disebut 10 Bali baru itu.

Ratas yang dihadiri Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dan Menseskab Pramono Anung, dengan lima dari tujuh bupati di kawasan Danau Toba itu, Presiden Jokowi menegaskan kembali, pentingnya pariwisata sebagai pendongkrak dan penggerak ekonomi nasional.

Karena itu, mantan Gubernur DKI ini menegaskan kembali, pentingnya percepatan atau akselerasi di bidang pariwisata.

Optimisme Presiden Jokowi makin terasa ketika melihat bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015, sebensar 10,4 juta orang.

“Jumlah itu naik sangat signifikan dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp. 144 Triliun,” kata Presiden pada pengantar Ratas tentang Rencana Pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba itu.

Pariwisata di Indonesia tahun 2015, lanjut Presiden, tumbuh di atas pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya 4,4 persen dan pertumbuhan pariwisata kawasan ASEAN sebesar enam persen.

“Di Tahun 2016 ini, saya minta pertumbuhan di sektor pariwisata bisa lebih dipercepat  dan kita akselerasi dan juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata politisi yang pernah memimpin Kota Solo itu.

Sebagai mantan pengusaha, Presiden Jokowi berharap bahwa percepatan ini bukan saja akan mendatangkan devisa namun bisa mengembangkan sektor UMKM, industri kreatif serta  membuka lapangan kerja baru karena itu itu, Presiden meminta Manteri Pariwisata, Arief Yahya untuk percepatan di 10 destinasi wisata prioritas.

Wilayah itu adalah: Toba (Sumut), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuhan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai (Maltara).

'"Diperlukan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjaan-pekerjaan di lapangan, sehingga hasilnya segera bisa kita nikmati,” katanya.

Khusus Danau Toba, Jokowi meminta, perkuat konektivitas, aksesibilitas, baik yang berkaitan dengan pelabuhan, dengan bandara dan dengan jalan," katanya.

Instruksi Presiden langsung didukung semua kalangan di antaranya disampaikan Arief Yahya dan jajaran kabinet lainnya, selain juga sejumlah kepala daerah.

Pengembangan pariwisata harus betul-betul terintegrasi mulai dari perencanaan sampai dengan pengelolaannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved