Citizen Journalism
TBM Bantu Cerdaskan Generasi Bangsa
Menanamkan kecintaan anak untuk membaca buku dan belajar sejak dini begitu penting.
WARTA KOTA, PALMERAH - Menanamkan kecintaan anak untuk membaca buku dan belajar sejak dini begitu penting.
Terutama saat ini, selain anak-anak diharapkan lebih mudah beradaptasi dengan tantangan yang ada, menguasai teknologi, namun juga penting mengajarkan nilai-nilai pendidikan agama agar kelak tercipta insan-insan yang cerdas namun juga mempunyai jiwa spritualitas yang tinggi, peduli dengan lingkungan sekitar, dan berjalan sesuai fitrah kemanusiaannya.
Namun alangkah sayang, melihat banyak anak bangsa saat ini yang cenderung lebih menyukai televisi, bermain playstation juga game online via HP atau gadget yang kurang mendidik serta mengkerdilkan jiwa sosialnya.
Hal ini terbalik dengan kegiatan lain yang lebih mendidik yang bagi mereka tampak kurang menarik, ditambah lagi karena kurangnya fasilitas dan lahan tersebut, juga mahalnya fasilitas tersebut.
Padahal anak-anak butuh pola pendidikan yang sesuai jiwa kekanakannya, pendekatan belajar sambil bermain yang mereka sukai juga efektif dan mudah diterima.
Beberapa pemuda dan kalangan orangtua di daerah yang peduli dengan kondisi ini berusaha untuk memberikan solusi dengan merancang banyak kegiatan dengan salah satunya membangun taman baca masyarakat (TBM) di lingkungan kelurahan atau pedesaan berupa “rumah baca.”
Konsep ini telah membuahkan hasil seperti di Kota Tangerang Selatan dengan memberdayakan 77 kelurahan yang mendirikan taman bacaan masyarakat dan cukup efektif dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
Dengan harapan TBM akan memberikan pengetahuan dan mendidik jiwa anak-anak agar punya jiwa yang kreatif, inovatif, dan kelak akan memberikan banyak manfaat baik di lingkungan sekitar.
Adapun tujuan baik dari pembuatan TBM bagi khalayak umum adalah untuk meningkatkan minat baca sebagai langkah awal pembentukan karakter.
Di sisi lain bagi anak-anak, TBM bertujuan untuk mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan pemainan addictive seperti playstation, warnet, dan games online lainnya.
Di TBM juga tersedia berbagai fasilitas umum yang mendukung proses pembelajaran seperti tempat ibadah, balai desa dan lain-lain yang memang saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Taman Bacaan Masyarakat juga sebagai langkah kita untuk menjalankan amanah UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang pada pasal 48 ayat 4 memuat bahwa “pembudayaan kegemaran membaca pada masyarakat dilakukan melalui penyediaan sarana perpustakaan di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu.”
Di sini masyarakat dan pemerintah setempat mesti saling mendorong tumbuhnya TBM dan rumah baca untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca.
Secara fungsi sebagai fasilitas pendidikan TBM dapat membuat program pembelajaran nonformal yang sekaligus berfungsi sebagai pusat bermain dan pengembangan diri anak (self empowering).
Dengan menerapkan pendidikan berbasis keunggulan anak kemudian mengoptimalkan potensi intelektual, emosional dan spiritual anak secara komprehensif dengan pendekatan yang sesuai jiwa anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160102dunia-buku-di-antara-gang-bidaracina_20160102_071357.jpg)