Siapkan SDM Kompetitif, Netika Gandeng Perusahaan Konsultasi Jepang
Perusahaan konsultan PT Netika Indonesia menjalin kerjasama dengan perusahaan konsultasi Jepang, Qunie Consulting.
WARTA KOTA, TANAH ABANG - Perusahaan konsultasi PT Netika Indonesia menjalin kerjasama dengan perusahaan konsultasi Jepang, Qunie Consulting, untuk meningkatkan daya saing industri di Indonesia, salah satunya dengan pengembangan kemampuan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Deputy President Director PT Netika Indonesia, Christian H Siboro, kerjasama ini diwujudkan karena tantangan utama di Indonesia adalah kesiapan SDM Indonesia untuk memasuki era yang lebih kompetitif di masa depan.
"Kita tahu dalam tahun ini era Masyarakat Ekonomi Asean sudah berlaku. Arus barang, orang, dan modal sangat terbuka. Karena itu, SDM di Indonesia harus mampu bersaing dengan SDM yang datang dari luar," ujar Christian saat peresmian kerjasama antara Netika Indonesia dengan Qunie Consulting di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (26/1/2016).
Di sisi lain, Christian melihat, dari aspek SDM, masih banyak pekerja di sejumlah perusahaan, terutama di level staf atau menengah ke bawah, yang kemampuannya masih perlu dikembangkan. Karena itu, Netika dan Qunie berinisiatif untuk berkontribusi dalam mengembangkan SDM di Indonesia melalui pelatihan-pelatihan, terutama kepada praktisi SDM perusahaan.
Dikatakan Christian, berbekal rekam jejak pengalaman yang patut diperhitungkan dan telah terbukti berhasil mendukung beragam perusahaan terdepan di Jepang khususnya sektor manufaktur yang merupakan basis perkembangan ekonomi di Jepang, Qunie menawarkan solusi untuk membantu klien bertransformasi secara cepat.
Keunggulan-keunggulan tersebut berpadu dengan kelebihan Netika yang memiliki portofolio di bidang sumber daya manusia, di mana perusahaan ini pun lalu melebarkan layanannya dalam pengaplikasian teknologi informasi, sistem desain, produksi, penjualan, finansial, keuangan, dan lainnya.
"Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan-perusahaan di Indonesia yang didukung oleh ilmu pengetahuan termutakhir, strategi dan proses bisnis, serta teknologi," bilang Christian.
Lebih lanjut Christian mengatakan, selama ini pelanggan Netika adalah perusahaan di sektor korporat dan bervariasi, baik dari skala besar maupun skala menengah. Seperti BUMN, swasta lokal, dan sebagian kecil dari perusahaan sektor multinasional. "Secara prinsip kami tidak membatasi jenis industri, karena layanan-layanan pengembangan itu bisa diberikan kepada berbagai jenis industri," tuturnya.
Jepang sendiri merupakan negara yang sudah sangat dikenal akan standar kualitas bisnisnya yang luar biasa, termasuk saat dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Memiliki kualitas bisnis yang terdepan termasuk strategi, intelijen bisnis dan teknologi, perusahaan-perusahaan di Jepang telah berhasil mengatasi beragam tantangan secara inovatif dengan bantuan perusahaan konsultasi bisnis seperti Qunie.
"Secara umum, masalah bisnis di negara-negara Asia memiliki karakteristik yang sama, yaitu sumber daya manusia, logistik, rantai pasok, produksi, teknologi dan lainnya. Kami melihat pangsa pasar yang besar di sini lengkap dengan masalah-masalah yang belum teratasi. Melalui kerjasama ini, Netika berharap dapat menawarkan solusi praktis pada banyak bisnis dari beragam industri di Indonesia," kata Christian.
Selain solusi di bidang SDM, Netika juga menawarkan bantuan bagi industri manufaktur untuk pengaturan siklus hidup produk melalui konsep yang terencana. Ini akan menciptakan pengembangan inovatif dari manajemen rantai pasok untuk industri ritel, termasuk perusahaan yang memiliki permasalahan dalam hal logistik.
"Kami berharap keberadaan dan kerjasama kami dengan Qunie dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Prinsipnya, kami ingin membantu semua perusahaan dari beragam industri di Indonesia dengan inovasi tekonologi yang kami miliki," ujar Christian.
Christian menambahkan, di waktu yang akan datang Netika dan Qunie juga akan mengembangkan sebuah akademi bernama Qunie Academy, yang khusus untuk memberikan berbagai pelatihan di bidang SDM. Sehingga dengan kekuatan SDM di dunia praktisi dapat mengembangkan kemampuan SDM Indonesia lebih baik lagi dan menjadi kunci kemajuan perusahaan di Indonesia.
Akademi ini, kata Christian, nantinya akan memberikan sertifikasi kemampuan di bidang SDM. Sertifikasi ini dapat bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang SDM.
Shinya Takagi, CEO Qunie meyakini bahwa kolaborasi ini akan memberikan layanan dan solusi berkualitas tinggi yang terintegrasi pada masalah bisnis di Indonesia. Pengalaman yang telah terbukti di negara-negara Asia membuat Qunie siap untuk mendukung bisnis Netika di sini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/netika_20160126_223054.jpg)