Musim Hujan
Pertengahan Februari Diperkirakan Puncak Musim Hujan
BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa puncak musim hujan di kawasan Jakarta, diperkirakan akan jatuh pada pertengahan Februari 2016.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyatakan bahwa puncak musim hujan di kawasan Jakarta, diperkirakan akan jatuh pada pertengahan Februari 2016.
Hal tersebut, sesuai hasil dari data Bdana Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pertengahan Februari. Atau dasarian dua. Apalagi jika terjadi bersamaan dengan pasang laut yang biasanya setiap tanggal 15," kata Deny Wahyu, Kepala BPBD DKI, ketika dihubungi, Rabu (20/1/2016).
Menurut Deny, genangan besar bisa terjadi jika tiga faktor berlangsung bersamaan.
Yaitu, hujan lebat di kawasan Bogor (banjir kiriman), hujan lokal lebat, dan pasang air laut.
Namun, sampai saat belum terdeteksi apakah hujan lebat akan terjadi di waktu yang bersamaan.
"Kalau hujan tidak jatuh sekaligus, misalkan hari ini dua jam, lalu besok dua jam, maka tidak terlalu menimbulkan genangan. Kalau bersamaan pun sudah kami antisipasi dengan saluran air dan pompa air," katanya.
Menurut Deny, saat ini memang terdapat 201 titik genangan absolut di 57 kelurahan. Yaitu titik genangan yang berturut-turut terjadi selama tiga tahun belakangan.
"Dari jumlah tersebut, titik terbanyak di kawasang Cengkareng, Kalideres, Penjaringan, dan Pesanggrahan. Tapi, genangan kini paling lama terjadi hanya dua jam saja," katanya.
Pasalnya, lanjut Deny, berbagai perbaikan saluran air dan tanggul telah dilakukan. Khususnya di Kampung Pulo dan Bukit Duri.
Perbaiki pompa air
Kepala Dinas Tata Air DKI, Teguh Hendarwan, mengatakan, pihaknya juga telah melakukan berbagai antisipasi menghadapi puncak musim hujan.
Salah satunya dengan melakukan berbagai perbaikan pompa air.
"Saat ini ada 50 rumah pompa di DKI dengan jumlah 453 pompa air. Dari jumlah tersebut ada sekitar 20 pompa yang dalam perbaikan. Sisanya berfungsi dan berjalan dengan baik," katanya.
Namun, lanjut mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi tersebut, pihaknya telah melakukan perbaikan.