Bom Sarinah
Ini yang Membuat Teroris Kembali Beraksi Setelah Bebas?
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar mempertanyakan para residivis yang kembali menjadi pelaku teror.
WARTA KOTA, JAKARTA - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mempertanyakan para residivis yang kembali menjadi pelaku teror.
Setidaknya, dalam aksi teror pengeboman dan penembakan di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, dua di antara tersangka adalah residivis kasus terorisme.
Setidaknya, Bahrun Naim yang diduga menjadi otak kelompok tersebut juga merupakan residivis kasus terorisme.
"Kenapa residivis ulangi tindakan terorisme? Ini artinya tidak ada sistem di lapas yang membuat mereka kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Haris dalam jumpa pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil di kantor LBH Jakarta, Minggu (17/1/2016).
Haris justru curiga, para residivis ini justru malah mendapatkan ilmu baru mengenai ideologi terorisme saat mereka berada di dalam lapas.
Hal ini bisa terjadi karena sistem pengamanan di dalam lapas juga tidak terlalu baik.
"Lapas bukan jadi pemasyarakatan tapi penyebaran kejahatan, gangster penyebaran narkoba dan ideologi menyesatkan," ucap Haris.
Untuk itu, Haris meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengevaluasi lagi program deradikalisasi yang sudah dilakukan selama ini.
Menurut dia, pembenahan program deradikalisasi yang menjadi tanggung jawab BNPT penting dilakukan ketimbang melontarkan wacana revisi undang-undang intelijen dan terorisme.
Selain itu, Haris juga meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk memastikan lagi sistem keamanan dan ketertiban yang ada di dalam lapas. (Ihsanuddin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160117-teroris-afif1_20160117_225734.jpg)