Bom Sarinah

Polisi: Perut dan Dada Teroris Terbelah

"Korban di Sarinah 33 orang. Ada 26 orang dirawat terdiri 19 laki-laki dan z perempuan. Ada pula 7 orang laki-laki yang meninggal."

Editor: Suprapto
antara/xinhua/veri sanovri
Teroris yang menembaki polisi di kawasan Sarinah Thamrin 

WARTA KOTA, PALMERAH— Dalam insiden ledakan bom dan baku tembak di Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis ‎(14/1) sedikitnya tujuh orang tewas. 

Selain para terduga teroris yang tewas terkena ledakan bom dan tembakan dari pihak kepolisian, ada pula warga sipil dan warga negara asing yang turut menjadi korban. Dari semua korban akibat ledakan tersebut berjumlah 33 orang termasuk terduga teroris.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak dalam keterangan resminya di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (‎16/1) menuturkan pihaknya sudah melakukan identifikasi korban.

"Korban di Sarinah kamis lalu berjumlah 33 orang. Ada 26 orang dirawat terdiri 19 laki-laki dan z perempuan. Ada pula 7 orang laki-laki yang meninggal dunia," kata Musyafak.

Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah tujuh orang dan dilarikan ke Rumah Sakit Polri. Lima diantaranya adalah terduga teroris dan dua adalah masyarakat dari warga sipil dan warga negara asing.

‎Nama-nama terduga pelaku yang diberikan polisi yaitu Sugito (42), Dian Juni (25)‎, Afif alias Sunakin, Muhammad Ali (29)‎ dan Ahmad Muhazan (25). Mereka ditemukan tewas di tiga lokasi. Ada yang terkena luka tembak atau ledakan bom. Sedangkan dua orang lainnya, Rico Hermawan (25) ‎dan Amer yaitu Warga Negara Asing yang memiliki dua pasport juga telah teridentifikasi.

Lokasi pertama atau di pos polisi Sarinah ada tiga korban atas nama Rico Hermawan,Sugito (42), Dian Juni (25)‎. Teridentifikasi dengan sidik jari oleh DVI Mabes Polri.

Para terduga teroris, Sugito dan Dian Juni ditemukan tewas di dekat Pos Pol Lalu Lintas. Keduanya diduga terkena bom. Sementara itu, Afif dan Muhammad Ali tewas ditembak mati polisi di halaman parkir Starbucks.

Sedangkan Ahmad Muhazan diduga merupakan pelaku bom bunuh diri di Starbucks. ‎"Kondisinya perut dan dada koyak terbelah. Ini sangat dekat dan mepet dengan pusat ledakan," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved