Rabu, 15 April 2026

Belajar Rendah Hati dari Ip Man

Ip Man dalam seri terakhir film tentang kehidupan seorang guru kungfu asal Foshan, Tiongkok, ini dihadirkan sangat manusiawi

KOMPAS/IMDB.COM
Ip Man saat berlatih. 

Selain itu, Wing-Sing ingin suaminya sesekali memenuhi keinginan diri sendiri tanpa harus mempertimbangkan orang lain, termasuk ia sebagai istri.

Wing-Sing tahu bahwa suaminya ingin memenuhi tantangan bertarung. Oleh sebab itulah, pada suatu malam berhujan, Ip Man menemui Tin-chi di sekolah kungfunya.

Ketika keduanya terlibat pertarungan, Wing-Sing hanya duduk dengan ekspresi penuh keharuan di emperan rumah sambil memandang hujan.

Mungkin inilah adegan terbaik dalam film ini.

Kehadiran petinju
Tentu saja adegan yang paling dinanti adalah pertarungan juara dunia tinju kelas berat Mike Tyson melawan Ip Man. Frank (Mike Tyson) adalah kepala gangster properti di Hongkong.

Film ini mengambil kisah kehidupan Ip Man pada akhir tahun 1950-an ketika Hongkong dikuasai Inggris.

Frank ingin menguasai lahan sekolah di mana anak Ip Man dan Tin-chi bersekolah.

Anak buah Frank bahkan sempat menganiaya kepala sekolah, menutup dan membakar ruang kelas sekolah.

Di situlah Ip Man hadir sebagai sosok penolong, yang bersama anak buahnya menjaga sekolah siang dan malam.

Ia sampai-sampai melupakan istrinya yang kemudian ketahuan menderita kanker rahim.

Dengan sikap ksatria Ip Man mendatangi Frank dan menantangnya bertarung.

Sebaliknya, Frank dengan sikap sombong memberi Ip Man waktu 3 menit untuk bertahan.

Jika lolos, ia akan membatalkan usahanya untuk menggusur sekolah. Terjadilah pertarungan antara jago kungfu dan tinju ala Barat.

Rupanya sutradara Wilson Yip menjadikan tinju sebagai simbol Barat.

Pada Ip Man 2, Ip Man juga harus berhadapan dengan Twister (Darren Shalahvi), juara dunia tinju asal Inggris.

Sumber: KOMPAS
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved