Tip Kesehatan

Begini Nih Cantik dengan Sisa Susu

Upaya Tri Lestari Handayani (41) memanfaatkan sisa susu sapi tidak saja membuka peluang kerja, tetapi juga menjadi sandaran hidupnya hingga sekarang.

KOMPAS/REGINA RUKMORINI
Tri Lestari Handayani. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Upaya Tri Lestari Handayani (41) memanfaatkan sisa susu sapi tidak saja membuka peluang kerja, tetapi juga menjadi sandaran hidupnya hingga sekarang.

Merintis usahanya sejak tahun 2012, Tri kini memproduksi delapan jenis kosmetik dan jajanan berbahan susu sapi, berikut susu sapi siap minum aneka rasa.

Selain Magelang, berbagai produknya juga telah dipasarkan ke beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Solo, Medan, beberapa kota di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ide memanfaatkan susu sapi ini bermula dari kegiatan Tri yang sebelumnya memang menjalankan usaha berjualan susu sapi segar dari ternak sapinya sendiri.

Saat tinggal di Kabupaten Boyolali, susu sapi segarnya selalu habis terjual.

Namun, ketika akhirnya terpaksa pindah rumah dan memulai usaha yang sama di Kota Magelang, dia pun kebingungan karena susu sapinya selalu ada yang tersisa, tidak laku terjual 1-2 liter per hari.

Tri kemudian berkonsultasi ke Dinas Perdagangan Kabupaten Semarang, mencoba mencari tahu apayang bisa dimanfaatkan dari sisasusu tersebut.

Pihak dinas merespons, Tri dilatih untuk mengolah susumenjadi lulur, scrub, dan beragam jajanan.

Setelah merasa mampu, Tri mencoba membuat sabun sendiri di rumah.

Sebagian dibagikan kepada kerabat dan tetangga sekitar. Setelah tidak lagi menerima kritik tentang sabunnya, barulah Tri berani berpromosi dan menjual produknya, termasuk dengan sistem daring.

”Setelah delapan kali coba-coba memesan mesin cetak dari berbagai tempat, barulah saya menemukan satu mesin cetak yang cocok dari Yogyakarta,” ujar Tri yang memulai bisnis dengan modal Rp 25 juta.

Rangkaian proses produksi dan pengemasan produk ini pun dilakukannya secara manual.

Untuk membuat sabun, misalnya, cairan sabun semula ditampung dalam ember, kemudian diambilnya menggunakan sendok besar dan dituangkan ke dalam cetakan.

Setelah mengeras, sabun kemudian dibungkus dengan plastik dan dilipat dengan tangan.

”Saya punya satu mesin press. Namun, mesin itu hanya digunakan untuk kemasan susu sapi siap minum saja,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved