Konsultasi

Manfaat Cangkok Ginjal

Penyebab gagal ginjal kronik cukup banyak, di antaranya batu saluran kemih, infeksi saluran kemih misalnya pielonefritis, kemudian ada juga nefropati

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

Kakak laki laki saya menderita darah tinggi sejak 15 tahun yang lalu. Sekarang usianya sudah 52 tahun.

Dia tak patuh minum obat darah tinggi. Sering kali dia berhenti minum obat dokter dan menggantinya dengan obat herbal karena terpengaruh informasi di media massa.

Tiga bulan yang lalu dia mual-mual hebat dan kedua kakinya sembab. Dia berkonsultasi dengan dokter.

Selain memeriksa fisik kakak saya, dokter juga melakukan pemeriksaan laboratorium, terutama fungsi ginjal, serta pemeriksaan ultrasonografi.

Dokter menyimpulkan hipertensi kakak saya tak terkendali dengan baik serta telah terjadi gagal ginjal kronik. Pemeriksaan LFG hanya sekitar 35 ml/menit.

Dokter berbicara cukup lama dengan kakak saya dan keluarga. Beliau menekankan pentingnya memantau hipertensi dengan baik, minum obat hipertensi yang telah dipilihkan.

Untuk menjaga agar gagal ginjal kronik tidak progresif, ia harus menjalani diet yang telah dibuatkan serta menghindari obat dan keadaan yang dapat menurunkan fungsi ginjal. Jika terjadi gagal ginjal terminal, untuk mengatasinya perlu cuci darah atau cangkok ginjal.

Apa kelebihan dan kekurangan cuci darah atau cangkok ginjal. Betulkah sebenarnya cangkok ginjal lebih baik daripada cuci darah terus-menerus? Mohon informasi dokter.

F di J

Jawab:
Gagal ginjal kronik memang merupakan keadaan yang sering dijumpai di negeri kita.

Bahkan gagal ginjal terminal juga cukup banyak terbukti dengan banyaknya pasien yang harus menjalani hemodialisis (cuci darah).

Penyebab gagal ginjal kronik cukup banyak, di antaranya batu saluran kemih, infeksi saluran kemih misalnya pielonefritis, kemudian ada juga nefropati karena penyakit lupus, asam urat, hipertensi dan diabetes melitus.

Gejala gagal ginjal kronik dapat berupa rasa lemah, anemia, dan rasa mual. Pada pemeriksaan fungsi ginjal terjadi penurunan fungsi ginjal.

Pemeriksaan fungsi ginjal dapat memberi petunjuk terapi yang diperlukan. Jika dari penilaian LFG memiliki nilai 90, ini merupakan gagal ginjal kronik derajat 1.

Pada keadaan ini terapi yang diperlukan adalah melakukan terapi pada penyakit dasar dan kondisi komorbid perlu dilakukan. Di samping itu, perlu evaluasi perburukan fungsi ginjal serta memperkecil risiko terkena penyakit kardiovaskuler.

Sementara gagal ginjal kronik derajat 2 LFG 60-89, terapi dengan jalan menghambat perburukan fungsi ginjal. Pada derajat 3 LFG 30 sampai 59 yang harus dilakukan adalah evaluasi dan terapi komplikasi.

Pada derajat 4 LFG 15 sampai 29, sudah harus dipersiapkan terapi pengganti ginjal. Pada derajat 5 LFG <15 perlu dilakukan terapi pengganti ginjal dengan dialisis atau cangkok ginjal.

Menurut peringkat derajat gagal ginjal kronik kakak Anda, rupanya berada pada derajat 3.

Perlu evaluasi untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi. Komplikasi yang paling sering adalah hipertensi.

Selain itu, biasanya pada jantung dapat terjadi pembengkakan jantung serta penyakit jantung koroner.

Komplikasi lain akibat hipertensi, selain pada ginjal, juga dapat terjadi pada mata berupa retinopati.

Sesuai dengan anjuran dokter, kakak Anda perlu mengonsumsi makanan yang telah direncanakan, biasanya makanan yang rendah protein.

Obat-obatan, terutama yang memengaruhi fungsi ginjal, harus dihindari.

Mulai saat ini sebaiknya kakak Anda dapat berkonsultasi secara teratur agar dokter dapat memantau perkembangan gagal ginjal kronik tersebut dengan baik.

Terapi pengganti ginjal di negeri kita, baik dialisis (cuci darah) maupun transplantasi ginjal (cangkok ginjal), telah lama dilakukan. Terapi dialisis telah tersedia di berbagai kota di Indonesia.

Sementara transplantasi ginjal telah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1977 oleh Prof Sidabutar dan kawan-kawan.

Transplantasi ginjal telah dilakukan di kota-kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogya, Semarang, dan Medan.

Namun, karena biaya transplantasi ginjal amat mahal, pasien yang mampu membayar untuk tindakan medis ini terbatas.

Namun, sejak adanya layanan BPJS, ternyata BPJS membantu sebagian besar biaya transplantasi ginjal sehingga operasi transplantasi ginjal mulai sering dikerjakan, terutama di Jakarta.

Untuk pelaksanaan transplantasi ginjal yang berhasil, diperlukan persiapan, tindakan operasi yang baik, serta pemantauan hasil terapi yang juga harus teratur dilakukan.

Jika semuanya berjalan baik, kualitas hidup penderita menjadi jauh lebih baik. Penderita dapat bekerja dan produktif kembali.

Pada transplantasi ginjal persiapan cukup rumit dan biaya juga mahal. Namun, jika transplantasi berhasil, tindakan ini sudah dapat mengatasi gagal ginjal terminal.

Sementara terapi dialisis meski lebih sederhana, tetapi harus dilakukan terus-menerus. Sudah tentu saya berharap kakak Anda dapat mempertahankan fungsi ginjalnya. Dengan kerja sama yang baik dengan dokter yang mendampingi, mudah-mudahan fungsi ginjal dapat dijaga agar selalu baik.

Berikut bisa dilihat tabel yang membandingkan manfaat transplantasi ginjal dengan hemodialisis kronik.

Transplantasi ginjal dikerjakan di layanan medik tersier. Untuk memanfaatkannya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter yang merawat.

Dan jika menggunakan pembiayaan BPJS, Anda dapat memperoleh informasi dari layanan BPJS setempat.

Semoga Anda sekeluarga tetap dalam keadaan sehat.

Sumber: KOMPAS
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved