Satpol PP Bongkar 15 Bedeng PKL di Depan Tarakanita
PKL sudah lama disana dan dikeluhkan warga karena berada di atas saluran air, ucapnya.
Laporan Wartawan Warta Kota, Bintang Pradewo
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Lima belas bedeng pedagang kaki lima di Jalan Wijaya Timur RT 15/02, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/12) pagi ditertibkan puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Penertiban itu dilakukan karena keberadaan PKL ada di atas saluran air.
Pantauan Warta Kota, tujuh bedeng atau bangunan semi permanen milik PKL dibongkar aparat.
Sementara delapan PKL yang menggunakan gerobak diusir oleh Satpol PP agar tidak berjualan disana.
Para pedagang itu sudah puluhan tahun berjualan tepat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tarakanita.
Lurah Petogogan, Sarwanto menjelaskan penertiban itu atas permintaan dari salah seorang warga di Jalan Wijaya Timur Dalam yaitu ibu Ester.
Warga itu langsung meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menertibkan belasan PKL yang kerap mangkal di atas saluran air.
Karena keberadaan warung PKL itu kondisi lingkungan menjadi kumuh.
Selain itu, para warga yang ingin melintas dengan kendaraan roda empat sulit dilalui karena PKL secara sembarangan memarkirkan gerobaknya.
Sedangkan saat malam hari menjadi rawan karena menjadi tempat kumpul orang-orang dan anak-anak muda yang tidak jelas.
Bahkan pernah terjadi tindakan asusila dan terjadi pertengkaran dengan senjata tajam. Oleh sebab itu, warga sudah gerah.
"Ada 15 PKL di Jalan Wijaya Timur kita tertibkan karena sesuai dengan pengaduan warga," kata Sarwanto saat melakukan penertiban, Rabu (16/12).
Menurutnya akibat keberadaan PKL, kata dia, saluran tidak bisa dikeruk.
Alhasil, sedimen menumpuk dan menyebabkan kawasan tersebut kerap terkena musibah banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151216satpol-pp-bongkar-15-bedeng-pkl-di-depan-tarakanita_20151216_140842.jpg)