Citizen Journalism

Memasarkan Pendidikan

Pengetahuan adalah lentera dunia, yang sebagian didapatkan melalui mekanisme pendidikan.

Kompasiana.com
Murid SD sedang belajar. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pengetahuan adalah lentera dunia, yang sebagian didapatkan melalui mekanisme pendidikan.

Pada proses belajar mengajar di dalam ruang kelas, interaksi ilmu dan pengetahuan menjadi satu untaian yang bersinambung.

Meski proses belajar bisa dilakukan secara independen serta bersifat individual, namun dunia modern melembagakan proses pendidikan dalam institusi bernama sekolah.

Pada hakikatnya proses pencarian ilmu serta pengetahuan, berubah menjadi pakem akan laku hidup, sebagai sebuah bagian dari kehidupan dan keseharian kita.

Pendidikan kemudian bersentuhan dengan kebutuhan menjadi sebuah industri jasa profesional.

Tentu semua kembali pada mekanisme alam, ketika kebutuhan menjadi sebuah keharusan maka proses interaksi ditindaklanjuti dengan transaksi, dan kini pendidikan telah menjadi bagian tersebut.

Karena itu, pengelolaan pendidikan sedikit banyak memiliki tipikal yang relatif identik dengan manajemen industri, meski memiliki keunikan dan perbedaan yang cukup banyak.

Sikap pendidik, pengasuh, pengajar dan menjadi panutan dalam konteks moralitas serta intelektualitas adalah hal yang tidak bisa terpisahkan dari industri jasa profesional pendidikan.

Tentu hal ini juga nampak berbeda dari industri lainnya.

Dimensi Mutu dan Marketing
Salah satu aspek yang kemudian menarik untuk dibahas ketika pendidikan masuk dalam ranah dan kategori industri jasa profesional adalah bagaimana kemasan pemasaran dapat berlaku untuk jenis industri tersebut? Apa saja hal terpentingnya?.

Pendidikan tidak hanya berbicara tentang output atas kualitas hasil tetapi juga menyangkut persoalan proses. Dalam hal ini mutu

pendidikan adalah bagian yang saling berkait sejak awal proses hingga pada penghujung akhirnya nanti.

Sesuai konsepsi industri, maka titik tekan pemasaran pendidikan akan berbicara lebih banyak pada aspek mutu, yang termasuk di dalamnya berkenaan dengan stakeholder terkait dalam dunia pendidikan.

Identifikasi stakeholder harus dilihat sebagai rangkaian tidak terpisahkan, mulai dari regulator pemerintah, yayasan penyelenggaran, kelompok guru sebagai pengelola, peserta didik dan masyarakat sebagai satu kesatuan utuh.

Karenanya perspektif dimensi mutu atas kualitas pendidikan harus dilekatkan pada jejaring stakeholder tersebut. Mutu harus dapat menjawab keteraturan administratif penyelenggaraan pendidikan sesuai ketentuan regulator dalam hal ini pemerintah.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved