Lurah Tidak Ada di Tempat, Warga Pegadungan Protes Keras Terkait Pencemaran Asap Limbah
Kami berharap masalah ini akan bisa diatasi.
WARTA KOTA, KALIDERES - Puluhan warga Citra Garden yang berdomisili di dua RT, yakni RT 01 dan dan RT 02/ RW 12, Jalan Hutan Jati, Kelurahan Pegadungan, Kecamaatan Kalideres, Jakarta Barat demo ke Kantor Kelurahan Pegadungan, Selasa (8/12/2015). Protes warga dipicu limbah asap pembakaran kabel di lahan kosong milik Pertamina. Lahan tersebut merupakan lahan sengketa yang kini dijadikan lapak liar.
Demo yang didominasi para ibu-ibu ini protes karena setiap hari ada pembakaran kabel serta plastik rongsokan. "Akibatnya asep dari pembakaran tersebut masuk ke rumah warga yang dekat dengan lokasi,"ujar Surya (45) satu dari warga yang ikut demo di Kantor Kelurahan Pegadungan pada Selasa (8/12/2015).
Menurut Surya, sebelumnya warga juga sudah protes dengan mengirim surat ke Gubenur DKI, namun belum diguberis sampai hari ini. Surat tersebut dilayangkan tanggal 26 Agustus 2015. Bahkan warga nyaris membongkar paksa bangunan liar yang berdiri di lahan tersebut.
Dijelaskan Surya, sudah ada warga yang sakit karena asap masuk ke rumah. Asap muncul di malam hari, masuk lewat fentilasi rumah, dan genteng.
Sudah beberapa banyak masyarakat yang komplain, kata Surya tapi tidak ada tindakan juga, apalagi datang ke lokasi tersebut, meski surat protes sudah dikirim ke Gubernur DKI.
"Banyak oknum yang ada di belakang ini, dan bermain di lahan seluas 14 hektar, ibu-ibu di dua RT ini menuntut untuk segera ditindak," kata Surya.
Tak hanya asap yang meneror warga, ampas pembakaran menebarkan bau yang menyengat. Proses pembakaran dilakukan dari pukul 22.00 WIB sampai jam 04.00 WIB. Warga kerap terjaga di pukul 03.00, dan penderitaan ini berlangsung sejak tahun 2000 silam. Bahkan pihak warga sudah membuat laporan tertulis ke pihak kelurahan, camat, walikota, bahkan Gubernur DKI.
"Warga sudah berapa kali membuat laporan, sapai 3 kali ganti lurah, 2 kali ganti camat namun tak di gubris,"jelas Anto (45) Ketua RT 01 / RW 12 Kelurahan Pegadungan.
Menurut Anto, kabel ini ditampung dan berasal dari luar, berarti ada perusahaan di sekitar tersebut yang memproduksi.
Anto, berharap Lurah, Camat, Wali Kota serta Gubernur untuk secepatnya menindak perkara ini.
"Selama ini kami hanya dijanjikan terus, kami mengumpulkan orang-orang yang keberatan karena polusi. Ya terpaksa mereka harus datang ke sini. Biar kami hidup secara dengan sehat jauh dari polusi," papar Anto.
Sementara itu Mitin (40) warga RT 01 mengaku sudah geram dengan pencemaran limbah ini. Pasalnya banyak anak anak yang sesak nafas akibat asap limbah tersebut.
"Saya harap kepada pemerintah untuk secepatnya melakukan tindakan. Karena jika dibiarkan begitu saja warga setiap harinya akan menghirup asap limbah tersebut dan banyak warga yang jatuh sakit," ungkap wanita ibu rumah tangga ini.
Pantauan di lokasi kondisi lahan tidak ada aktifitas. Di setiap bagian terdapat tumpukan kabel dan plastik. Ada plastik yang sudah dileburkan hingga menyatu. Bahkan ada kabel yang masih utuh. Terlihat sangat kumuh.
Saat demo, Lurah Pegadungan tak ada ditempat, warga diterima Sofyan Ali , Sekretaris Lurah Pegadungan, dan Kepala Satpol PP Anto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151208-protes_20151208_184703.jpg)