Kamis, 16 April 2026

Lulung beberkan Alasan di Balik Pencopotan Lasro dan Andi Baso

Lulung Lunggana menyatakan, pencopotan Lasro Marbun dan Andi Baso dilakukan setelah dirinya diperiksa Bareskrim Mabes Polri.

Penulis: Mohamad Yusuf |

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pada Jumat (27/11/2015) lalu, mencopot Kepala Inspektorat DKI, Lasro Marbun dan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, Andi Baso Mappapoleonro.

Pencopotan tersebut terkait keterlibatan mereka dengan kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) pada 2014 lalu.

Namun, pencopotan kedua pejabat eselon II itu, diakui oleh Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham ‘Lulung’ Lunggana, karena dirinya.

“Itu kan gara-gara saya, terakhir diperiksa (Bareskrim), saya katakan, kalau itu tadi dibahas dan Ahok itu bilang dana siluman kenapa dilegalkan, kenapa dilelang. Iya dong, kalau itu siluman, dia tahu kenapa dilelang? Kalau tidak dibahas kemudian siapa yang memasukkan program itu di Bappeda? Pasti ada oknum iya engga?” kata Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).

Ia meyakini bahwa dalam kasus tersebut terdapat oknum yang bermain.

Oknum itu sendiri tidak akan berani jika tidak ada aktor di belakangnya.

“Makanya, ketika saya pulang dari Bareskrim saya katakan ini biang keroknya Lasro, cuma itu aja saya bilang. Saya kasih tahu ke penyidik apa yang saya dapat, pengalaman yang saya dapat, makanya saya jelasin situasinya kaya gini, oh kaya gini. Ini gak dibahas, katanya siluman, kok dilegalkan, kalo siluman kenapa dilelang,” katanya.

Karena itu, menurut Lulung, sebenarnya terdapat beberapa oknum yang bermain dan pejabat yang berkonspirasi.

Dia pun yakin bahwa kasus tersebut akan terungkap secara terang benderang. 

“Artinya gini, ini tidak dibahas, apa sih jagonya DPRD? Kan DPRD nggak bisa menginput. Input kan Bappeda. Bappeda oknum. Yang nomorin rekening siapa? BPKAD. Oknum. Oknumnya berani gak? Gak berani, kecuali ada siapa? Ada aktornya. Aktornya siapa? Lasro, saya kasih tahu kemarin,” katanya.

Sementara itu, Lasro Marbun terlihat mendatangi Ahok di Balai Kota, Senin (30/11/2015) sekira pukul 15.00.

Dia tampak didampingi tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lasro yang mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) hijau itu hanya 15 menit menemui Ahok. 

Namun, usai pertemuan, Lasro tampak enggan berkomentar ketika hendak diwawancara wartawan.

Wajahnya pun tampak tak seperti biasanya, memberikan senyuman kepada setiap wartawan yang ditemuinya, reaksinya dingin.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved