Rabu, 15 April 2026

Tips Kesehatan

10 Penyakit ini Mematikan Manusia Dalam 24 Jam

Sementara itu ada penyakit lain yang sering dianggap sepele tapi bisa berakibat fatal dalam waktu tak lebih dari 24 jam

Panji Baskhara Ramadhan
Bocah bernisial M (2), kini dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jalan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diduga bocah malang ini terjangkit penyakit Middle East Respiratory Syndrom Corona Virus (MERS), Rabu (24/6/2015). 

Diet sehat, aktivitas fisik secara teratur, dan tidak mengonsumsi produk tembakau adalah kuncinya.

Memeriksa dan mengendalikan faktor resiko penyakit jantung dan stroke seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan gula darah tinggi atau diabetes juga sangat penting.

Gejala stroke paling umum adalah kelemahan mendadak atau mati rasa pada wajah, lengan atau kaki, dan paling sering memengaruhi satu bagian sisi tubuh saja.

4. Wabah pes

Dikenal dengan nama “Maut Hitam”, selama abad keempat belas wabah pes telah menyebabkan sekitar 50 juta kasus kematian.

Pes disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi dari hewan kecil seperti tikus. Orang yang terinfeksi penyakit mematikan ini sering mengeluh seperti terkena gejala flu pada tahap awal penyakit ini.

BACA: Bahaya Cara Mencegah Hama Tikus, Kecoak, dan Namuk di dalam Rumah

Biasanya, tiba-tiba mengalami demam diikuti menggigil, sakit kepala dan badan, dan kelemahan, muntah dan mual. Membiarkan wabah tersebut tidak terobati bisa berakibat fatal, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting. Antibiotik dan terapi yang mendukung bisa membantu mengobati penderita.

5. Ebola

Di seluruh dunia, 11.314 orang telah kehilangan nyawa mereka karena ebola, dengan 26.635 kasus tambahan. Mayoritas penyakit ini terjadi di negara-negara Afrika Barat.

Ebola adalah penyakit mematikan yang sering berakibat fatal, dengan rasio kematian hingga 90 persen.

Penyakit ini memegaruhi manusia serta primata, termasuk monyet, gorilla dan simpanse.

Ebola ditularkan melalui kontak dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari hewan yang terinfeksi.

Sekali seseorang terinfeksi, virus dapat menyebar melalui kontak dengan darah penderita, urin, saliva, tinja dan air mani.

Seseorang juga bisa terinfeksi jika kulit luka bersentuhan dengan pakaian kotor korban, sprei atau jarum yang digunakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved