Tip Kesehatan
Waspada, Bakteri Sudah Kebal Antibiotik
Sejumlah penyakit, seperti batuk, pilek, muntah, dan diare tanpa darah, sebenarnya tak memerlukan antibiotik.
WARTA KOTA, PALMERAH - Sejumlah bakteri penyebab penyakit telah kebal terhadap antibiotik.
Hal itu mengakibatkan pengobatan jadi lebih lama, angka kesakitan dan kematian meningkat, dan biaya yang harus dibayar pasien lebih besar.
Untuk itu, perlu upaya serius menangani masalah tersebut.
Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Anis Karuniawati mengatakan, beberapa bakteri gram negatif yang resisten antara lain Acinetobacter baumannii, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa.
Adapun bakteri gram positif kebal antibiotik di antaranya Staphylococcus aureus yang kebal metisilin (MRSA).
"Acinetobacter dan Klebsiella sudah kebal antibiotik lini 3. Bakteri yang kebal itu bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti pneumonia, infeksi saluran cerna, infeksi kemih, luka, dan sepsis. Sakitnya lama dan pengobatannya jadi sulit. Bakteri MRSA resisten antibiotik golongan beta laktam, seperti karbapenem," kata Anis, pada temu media di Jakarta, Kamis (12/11).
Pengobatan penyakit yang disebabkan bakteri yang kebal antibiotik butuh waktu lebih lama dan biaya lebih besar.
Contohnya, bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab tuberkulosis (TB) yang telah resisten obat (Multidrug Resistant Tuberculosis/ MDR-TB).
Pengobatan MDR-TB butuh waktu hingga dua tahun, padahal pengobatan TB biasa butuh 6 bulan. Biaya pengobatan MDR-TB juga lebih mahal dibandingkan TB biasa.
Sayangnya, lanjut Anis, hingga kini belum ada data nasional resistensi antibiotik yang bisa menunjukkan beban masalah itu dengan jelas di Indonesia.
Data yang ada selama ini hanya data resistensi antibiotik di sejumlah rumah sakit di Indonesia.
Penggunaan berlebihan
Penanggung Jawab Resistensi Antimikroba Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia, Dewi Indriani, mengatakan, bakteri yang kebal antibiotik bisa terjadi karena penggunaan antibiotik berlebihan, tak tepat, penggunaan antibiotik berlebihan untuk peternakan, perikanan, dan pertanian.
Penyebab lain adalah pengendalian infeksi yang lemah.
Dewi menekankan, jika tak segera diatasi banyak pihak terkait, resistensi antibiotik bisa membawa kembali dunia pada era sebelum ada antibiotik.
Era saat infeksi kecil tak bisa diobati antibiotik dan mengancam jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151113waspada-bakteri-sudah-kebal-antibiotik_20151113_160454.jpg)