Polisi:Temuan Boneka Seks Diantara Obat Seks Ilegal Tak Melanggar
Kasubdit Indag Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Kombes Agung Marlianto, mengatakan, ada banyak jenis boneka seks ditemukan
WARTA KOTA, SEMANGGI - Polisi menemukan berbagai jenis boneka seks saat menggerebek dua rumah distributor obat kuat di Kalideres, Jakarta Barat pada 29 September 2015 lalu.
Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto, mengatakan, ada banyak jenis boneka seks yang ditemukan polisi.
Bahkan, kata Agung, pihaknya juga menemukan berbagai alat bantu seks mulai vibrator, dildo (alat bantu seks wanita), dan alat bantu seks pria.
"Tapi itu kan tidak melanggar apapun, makanya alat bantu seks ini tak kami sita," ujar Agung kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (9/11/2015).
Di dua rumah di Kalideres itu, polisi menemukan 2 kontainer obat seks. Baik untuk pria dan wanita. Seluruh obat seks itu tak memiliki label BPOM sehingga ilegal beredar di Indonesia.
Pemiliknya, RY (40), ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Dia mengaku baru sejak Mei 2015 beroperasi jadi distributor obat seks dan alat bantu seks.
Terancam 15 tahun penjara
Sementara itu, distributor obat seks illegal, RY (40), terancam 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 milliar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mujiyono, mengatakan, pihaknya menjerat RY dengan pasal 106 ayat (1) jo 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
RY, kata Mujiyono, mengedarkan obat seks mulai dari obat kuat dan obat perangsang wanita tanpa label BPOM.
"Obat seks yang dia edarkan ini ada yang impor dan ada pula yang lokal. Tapi seluruhnya tak punya label BPOM dan itu menyalahi aturan," kata Mujiyono
Polisi membongkar usaha distribusi obat seks yang dijalankan RY pada 29 September 2015 lalu.
Petugas dari Subdit Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, membongkarnya setelah melakukan undercover buy untuk memancing pelaku.
Usaha itu diketahui sudah berjalan sejak Mei 2015. Dan setiap bulan RY memilik omzet sebesar Rp 250 Juta, cukup untuk membayar gaji 5 karyawannya, menyewa kapal nelayan untuk menjemput barang import di tengah laut, serta membayar biaya sewa dua rumah di 2 perumahan di Kalideres, Jakarta Barat sebagai tempat transit barang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151110-boneka-seks_20151110_150909.jpg)