Minggu, 10 Mei 2026

Janji Cek Betonisasi Jalan di Bojongsari, Dinas Bimasda Depok Ingkar

Janji Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok untuk mengecek langsung betonisasi jalan di Perumahan Puri Permata Mansion belum dilakukan.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota
Warga menunjukkan retakan di ruas jalan lingkungan di Perumahan Puri Permata Mansion, RT 3/10, Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok, yang baru selesai dibeton. 

WARTA KOTA, DEPOK - Janji Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok untuk melakukan pengecekan langsung betonisasi jalan di jalan lingkungan di Perumahan Puri Permata Mansion, RT 03/10, Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok, yang diprotes warga, ternyata belum juga dilakukan sampai Jumat (6/11/2015).

"Katanya Dinas Bimasda mau cek, tapi sampai sore ini, sama sekali gak ada petugas terkait yang ngecek. Ini namanya ingkar janji," kata Robin, warga Perumahan Puri Permata Mansion, RT 3/10, Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok, kepada Warta Kota, Jumat (6/11/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, betonisasi jalan lingkungan di Perumahan Puri Permata Mansion, RT 03/10, Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok, yang selesai 10 hari lalu, kini mulai retak. Hal itu menimbulkan protes warga sekitar.

Selain kualitas betonisasi jalan yang dinilai buruk, betonisasi juga hanya dilakukan sebagian dari seluruh jalan lingkungan yang harusnya dibeton.

Karena protes warga ini, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok berjanji akan melakukan pengecekan langsung atas adanya protes warga mengenai betonisasi jalan di jalan lingkungan di Perumahan Puri Permata Mansion, RT 03/10, Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok, yang dianggap berkualiatas buruk dan hanya dilakukan sebagian.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bimasda Depok, Hardiman, saat dihubungi Warta Kota, Kamis (5/11/2015).

"Kami akan cek ke lapangan untuk itu Jumat besok. Jika memang ada hal yang tidak sesuai dengan ketentuan acuan kerjanya, kami akan minta kontraktor untuk memenuhi itu," kata Hardiman.

Sebelumnya Robin, salah seorang warga perumahan, mengatakan saat ini kondisi jalan sudah mulai retak-retak walau betonisasi baru saja diselesaikan 10 hari lalu.

"Padahal sejak betonisasi selesai, jalan itu belum dilalui mobil. Jalan hanya dilewati motor setelah 5 hari pengerjaan selesai. Tapi kenapa ini sudah mulai retak-retak?," tanya Robin curiga kepada Warta Kota,Kamis (5/11/2015).

Robin menduga kuat pelaksanaan betonisasi jalan tidak sesuai dengan ketentuan acuan kerja (KAK) sebagaimana yang tertuang di rekapitulasi anggaran biaya proyek.

Menurutnya itu terlihat dari perbandingan besaran anggaran proyek dengan spesifikasi pekerjaan di lapangan yang sangat tida sesuai.

"Di plang proyek dananya Rp 700 juta. Tapi kenapa hanya beberapa ratus meter saja yang dibeton. Ini sangat aneh," kata Robin.

Hal senada dikatakan Bintar, warga lainnya. Ia mensinyalir beton ready mix yang digunakan untuk betonisasi kualitasnya rendah.

"Parahnya lagi betonisasi jalan ini tidak pakai besi sebagaimaan bisanya betonisasi jalan. Jadi jalan yang lama langsung dicor begitu saja. Lantai kerja juga tidak ada," kata Bintar.

Pantauan Warta Kota, ruas jalan lingkungan yang ada tampak masih ditutup dan belum dilintasi mobil. Jalan baru hanya dilintasi motor saja.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved