Breaking News:

Pengusaha Properti Jepang Anggap Indonesia Punya Potensi Pasar Besar

Tahun depan kami harap ada perbaikan di bidang infrastruktur dan pembangunan kota oleh pemerintah

Warta Kota/Agustin Setyo Wardani
Maket proyek Branz Simatupang yang dikembangkan oleh pengembang asal Jepang, Tokyu Land Indonesia, di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, LEBAKBULUS - Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami kelesuan tidak membuat perusahaan properti asal Jepang, Tokyu Land Indonesia, berkecil hati.

Direktur Tokyu Land Indonesia, Tai Horikawa, mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar yang dalam bidang properti terutama di Jakarta. Sayangnya di tahun 2015 ini, kondisi ekonomi tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu.

Bos perusahaan yang kini sedang gencar mempromosikan proyek kondominium kelas atas itu mengatakan, menilik potensi besar dalam bidang properti di Indonesia, ia berharap agar tahun depan kondisi ekonomi di Indonesia bisa membaik.

"Tahun depan kami harap ada perbaikan di bidang infrastruktur dan pembangunan kota oleh pemerintah, sehingga, arus keuangan akan menjadi lebih baik dibandingkan tahun ini," ujar Horikawa saat mengadakan konferensi pers di Galeri Marketing Branz Simatupang, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Horikawa mengatakan, saat ini, para investor dari dalam maupun luar negeri sedang dalam posisi menunggu agar kondisi ekonomi menjadi lebih baik.
Meski begitu, anak perusahaan properti Jepang Tokyu Fudosan Holdings ini, tetap mengucurkan investasi dalam jumlah fantastis untuk mengembangkan proyek hunian kondominium kelas atas yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Proyek bernama Branz Simatupang ini memiliki nama yang sama dengan proyek induk perusahaan di Jepang. Hal ini merupakan salah satu strategi Tokyu Land Indonesia menjaga kulitas produk.

"Meski menggunakan nama yang sama, kami pasti akan tetap mengubah layout dan menyesuaikannya dengan lokasi di Indonesia, tetapi seperti pada proyek di Jepang, kami ingin menjaga fungsi maintenance sehingga dalam jangka panjang kualitas produk tetap dalam kondisi baik," jelasnya.

Ia percaya, bisnis kondominium di Indonesia yang belum berusia 10 tahun akan membuat Branz Simatupang maupun Branz BSD diminati oleh investor meski kondisi ekonomi belum meningkat.

Horikawa mengatakan hal ini terbukti pada pra penjualan yang dilakukan 10 Oktober lalu, jumlah unit yang sudah terjual mencapai 50 persen dari total keseluruhan 381 unit. (Agustin Setyo Wardani)

Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved