Sabtu, 2 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG : Musim Hujan di Bogor Diprediksi Akhir November

BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor memprediksikan musim hujan akan masuk di wilayah Bogor pada akhir November mendatang.

Tayang:

WARTA KOTA, BOGOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat memprediksikan musim hujan akan masuk di wilayah Bogor pada akhir November mendatang.

"Di November sudah ada peluang terjadi datangnya hujan, musim kemarau diprediksi masuk akhir November," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Dedi Sucahyono, kepada Antara, di Bogor, Selasa (27/10/2015).

Dedi mengatakan, gerak semu matahari pengaruh satu bulan, matahari masih berada di atas Bogor pada Minggu ini menyebabkan aktivitas awan konvektif sebulan kemudian, setelah satu bulan mulai ada uap air di atas wilayah Bogor, dan membentuk awan hujan.

"Peluang hujan baru terjadi setelah satu bulan ini," kata dia.

Tapi, lanjut Dedi, karena El Nino yang kuat, hujan yang turun tidak sehebat biasanya terjadi. Hujan yang turun bisa jadi di bawah normal, atau bisa saja normal.

Tidak seperti hujan-hujan di musim penghujan yang selama ini terjadi.

"Normalnya bulan November sudah ada hujan dalam satu bulan, ada El Nino akan menunda hujan. Ini akan mengurangi intensitas curah hujan, termasuk besarannya," kata dia.

Dia mengatakan, rata-rata hujan di November berkisar antara 200 hingga 300 mili per bulan, namun selama El Nino ini peluang hujan di bawah 200 mili yakni 100 hingga 150 mili.

Diperkirakan hujan berpotensi terjadi dua sampai empat kali dalam 10 hari.

"El Nino masih mempengaruhi sampai Januari, kondisi ini tetap harus diwaspadai terutama pada puncak musim hujan di bulan Februari, ada peluang pergeseran, curah hujan akan lebih tinggi dari biasanya," kata Dedi.

Kondisi ini, lanjut Dedi, karena Samudera Pasifik lebih panas dari biasanya, rata-rata 28 derajat, tiba-tiba meningkat sampai 30 derajat.

Berarti El Nino kuat, dibarengi dengan mendinginnya suhu permukaan laut sebelah Barat Sumatera, menjadikan tidak ada uap air yang mengakibatkan kemarau panjang.

"Situasi ini pernah kita alami di tahun 1997 dan 1998," kata Dedi Sucahyono.

Waspadai masa transisi

Untuk suhu tidak terlalu berpengaruh berkisar antara 32 sampai 33 derajat dengan kelembapan udara 60 hingga 90 persen.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved