Rabu, 15 April 2026

Kunjungan Kerja

Ternyata Presiden Jokowi Pernah Dimaki-maki WNI di Qatar

Presiden Jokowi menyampaikan curhat pernah dimarahi oleh WNI yang tinggal di Qatar saat kunjungan resmi ke negara itu beberapa waktu lalu.

Getty Image/bbc.co.uk
Presiden Jokowi menjadi sasaran kemarahan publik Australia yang geram atas eksekusi terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. 

WARTA KOTA, WASHINGTON DC - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan curahan hati (curhat) pernah dimarahi oleh warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Qatar saat kunjungan resmi ke negara itu beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di Wisma Tilden Washington, Minggu (25/10/2015) sore, menyampaikan dirinya pernah dimarahi WNI yang tidak mendapatkan kesempatan masuk dan bertemu Presiden Jokowi ketika berkunjung ke negara itu beberapa waktu lalu.

"Waktu di Qatar, saya juga bertemu sekitar 300 WNI di Qatar, karena yang enggak bisa masuk ribuan yang dimaki-maki saya. Padahal saya enggak ngerti saya enggak tahu, yang dimaki-maki saya," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, dirinya tidak tahu dan sama sekali tidak mengundang mereka.

Namun, Jokowi memahami betapa masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri ingin bertemu Presidennya.

"Kalau yang ngundang saya, saya taruh di lapangan sepak bola semuanya," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan terkait begitu antusiasnya masyarakat dan diaspora Indonesia di AS saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Wisma Tilden, AS.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk AS Budi Bowoleksono mengatakan, dalam acara tersebut antusiasme masyarakat Indonesia di AS untuk bertatap muka dan berdialog dengan Presiden Jokowi sangat luar biasa.

"Awalnya kami merencanakan hanya 500 supaya adil kami membuka pendaftaran online dalam waktu satu jam sold," kata Budi Bowoleksono.

Pihaknya kemudian menambah pendaftaran online untuk 750 kursi dan habis dalam waktu dua jam.

"Luar biasa yang hadir 1.250 orang mungkin lebih dari itu," kata Dubes Budi Bowoleksono.

Pihaknya juga melakukan live streaming yang difasilitasi KBRI agar masyarakat Indonesia di AS yang tidak mendapatkan kesempatan untuk hadir di Wisma Tilden dapat menyaksikan langsung melalui Youtube.

Tepuk tangan dan suara masyarakat meneriakan nama Jokowi terus terdengar di Wisma Tilden.

Banyak masyarakat berdesakan mengabadikan momen kehadiran Presiden Jokowi dengan menggunakan kamera ponselnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved