Sabtu, 2 Mei 2026

Ini Trik Sudinsih Jakarta Utara Mengurangi Volume Sampah di Bantar Gebang

Permasalahan pembuangan sampah di Bantar Gebang, Bekasi, kini berbuah kekisruhan antara Ketua Komisi A DPRD Bekasi dan Gubernur DKI Jakarta.

Tayang:

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Permasalahan pembuangan sampah di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, kini berbuah kekisruhan antara Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bekasi, Ariyanto Hendrata dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Ariyanto Hendrata berencana akan memanggil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menanggapi hal itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan (Kasudinsih) Jakarta Utara, Bondan Diah Ekowati, mengaku pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara dan sekitarnya, sudah berupaya keras mencari cara untuk meminimalisir volume sampah di Bantar Gebang.

Mantan Camat Menteng, Jakarta Pusat ini menyebut, dengan memperbanyak jumlah Bank Sampah di setiap RT RW, hingga setiap sekolah di DKI Jakarta dan sekitarnya, menjadi salah satu solusi jitu.

Bondan Diah Ekowati mengatakan, pengangkutan sampah, hingga penambahan armada truk sampah sudah diupayakan untuk memaksimalkan pengangkutan sampah. M

"Malahan, sampai saat ini kami yakin mampu mengurangi volume sampah, khususnya di Jakarta Utara, yakni dengan mengerahkan 183 armada, dan mengimbau warga hingga kalangan anak-anak untuk menggunakan bank sampah yang sudah berdiri di lingkungannya," ujar Bondan Diah Ekowati, Kamis (22/10/2015).

Wanita berkacamata ini menyebutkan, terhitung sebanyak 16 Bank Sampah Jakarta Utara sudah berdiri tegak untuk membantu mengurangi volume sampah, khususnya di Jakarta Utara

Diketahui, jumlah bank sampah di Jakarta Utara ada 16 bank dengan rincian, yakni di Kecamatan Cilincing ada 9 bank sampah, Tanjung Priok ada 2 bank sampah, Pademangan ada 2 bank sampah, Koja ada 2 bank sampah, dan Kelapa Gading hanya ada 1 bank sampah.

"Untuk di Kecamatan Penjaringan baru akan di bentuk bank sampah, dan di utamakan dibuat di lingkingan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusun) Jakarta Utara," terangnya.

Ia mengakui, pihaknya akan terus melakukan penambahan unit bank sampah. Paling tidak, jelas Bondan, lebih ideal akan dibangun di sejumlah RT RW dan lingkungan sekolah yang ada di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Utara.

"Ada 440 RW di Jakarta Utara. Perencanaan penambahan diharapkan sangat membantu sekali untuk mengurangi volume sampah, khususnya sampah anorganik yang masih mempunyai nilai ekonomis di masyarakat. Makanya, bank sampah kita terus akan galakkan di sekolah- sekolah," katanya.

Menurut dia, pilot project pemilahan sampah kini terdapat di sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Kecamatan Pademangan. Kata dia, setiap hari Jum'at, diwajibkan para siswa membawa sampah anorganik ke sekolah dan diolah bersama-sama.

"Hal ini mendorong pendirian bank2 sampah di sekolah. Ilustrasi keuntungan dari pemilahan sampah di sekolah dengan asumsi di Kecamatan Pademangan ada sekitar 20.000 siswa. Sementara harga sampah plastik saja sebesar Rp 1000 per kilogram. Setiap siswa membawa 1 kg sampah kering perminggu atau setiap Jumat," ujarnya.

Ia melanjutkan, kapasitas volume 1 unit truk sampah 9 meterkubiknya memakan biaya pengangkutan membuang sampah ke Bantar Gebang per 1 Truknya sebesar Rp 2 Juta.

"Itu artinya, dalam 1 minggu terkumpul 20.000 kilogram sampah yang sama dengan 20 ton atau setara dengan 20 ton x 4,5 M3 (ukuran bak truk (1 Ton)) = 90 M3. Sekali lagi, Dinas Kebersihan DKI dapat melakukan penghematan biaya angkut yang Perminggu 10 Truk + 2 Juta = Rp 20 Juta, perbulan 4 x Rp 20 Juta = 80 Juta, dan pertahun 12 x 80 Juta = Rp 960 Juta," paparnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved