Konsultasi

Berbagai Perbedaan Dilematis

Kawan-kawan lain ras di sekolahnya pada suatu saat terlibat perkelahian, dan mereka saling mengejek perbedaan warna kulit.

Kompas
Ilustrasi. 

Nah, dari cerita itu saya semakin menyimak bahwa manusia tidak memiliki kecenderungan untuk bisa mengatasi perasaan perbedaan dengan sesama.

Walaupun tidak sampai mengakibatkan kebencian yang amat sangat, terkadang kita membesar-besarkan perbedaan yang ada dan bukannya berusaha meminimalkan perbedaan tersebut.

Yang patut kita perhatikan, dalam sejarah bangsa, keluarga, suku bangsa, pasangan perkawinan selalu akan mengalami kesulitan untuk mendiskusikan perbedaan-perbedaan masing-masing, dengan cara yang matang dan penuh pertimbangan.

Membangun kesamaan
Tentu saja, ada sesuatu yang harus kita diskusikan dalam upaya merangkul orang-orang yang memiliki cara pandang yang sama, karena sangat mudah untuk mengungkapkan pendapat pada orang-orang yang setuju dengan cara pandang kita ataupun sebaliknya.

Meski demikian, perbedaan, walaupun hanya sedikit, akan bisa menyebabkan gejolak di antara keduanya.

Namun, suka atau tidak suka, perbedaan-perbedaan tersebut tak dapat dielakkan dalam menjalin relasi dengan orang lain.

Bahkan, sebenarnya kita harus bersyukur untuk kondisi tersebut.

Bayangkan, betapa membosankannya jika kita berada dalam iklim relasi sosial yang terus-menerus sama bukan?

Jadi pada dasarnya perbedaan-perbedaan yang kita hayati tentang orang lain tidak harus membuat kita memendam kebencian ataupun merasa terancam dan khawatir.

Perbedaan justru akan memperkaya pengalaman emosional kita serta membuat kita menjadi lebih hidup.

Sesungguhnya, perbedaan merupakan jalan untuk belajar. Seandainya dalam relasi intim kita hanya terdiri atas orang-orang yang identik dengan diri kita, perkembangan personal kita pun akan terhenti selamanya.

Sumber: KOMPAS
Halaman 2/2
Tags
konsultasi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved