Selasa, 21 April 2026

Otomotif

Gunakan Datsun Go, Makassar-Toraja Habiskan 30 Liter Bensin

Etape ke III, tim Datsun Risers Expedition (DRE) dilakukan sejak pagi menempuh jarak 350 kilometer dari Makassar menuju Toraja, Selasa (29/9/2015).

Warta Kota/Bintang Pradewo
Etape ke III, tim Datsun Risers Expedition (DRE) dilakukan sejak pagi menempuh jarak 350 kilometer dari Makassar menuju Toraja, Selasa (29/9/2015). 

WARTA KOTA, TORAJA - Etape ke III, tim Datsun Risers Expedition (DRE) dilakukan sejak pagi menempuh jarak 350 kilometer dari Makassar menuju Toraja, Selasa (29/9/2015). Apalagi, yang paling menakjubkan adalah keiritan dari mobil Datsun Go.

Karena dengan menempuh jarak yang cukup jauh mobil itu hanya membutuhkan kurang lebih 30 liter bensin untuk menuju Tana Toraja.

Padahal, sejak pagi mulai dari membelah kota Makassar, pesisir Pantai Mattirotasi, sampai ‎Enrekang sebelum datang di kota Toraja.

Melalui jalur Trans Sulawesi, tim DRE hanya membutuhkan waktu delapan jam dari Makassar sampai Toraja.‎

Bayu (28), salah seorang driver mengaku perjalanan ini memang memiliki tantangan yang luar biasa.

Selain belokan yang curam saat berada di perbukitan, kendaraan yang ditunggangi harus mengikuti kendaraan lainnya.

Karena kecepatan yang dipacu oleh para Riser dan Driver memacu kendaraannya sekitar kecepatan 80 sampai 120 kilometer per jam, sehingga harus memiliki keterampilan khusus untuk mengimbangi tim DRE dalam menerjang medan yang sulit.

"Bensin yang dihabiskan hanya 30 liter," kata Bayu.

Menurutnya, memang mobil yang memiliki 1.300 CC memiliki akselerasi yang cukup tangguh.

Oleh sebab itu, setiap liukan-liukan kendaraan itu sangat berasa bagi penumpang yang berada di dalam kendaraan.

Warta Kota mencoba mobil yang kecil itu. Untuk melaju gas itu sangatlah enteng sekali. Sehingga, pengemudi terpacu untuk menginjak gas mobil itu.

Namun, di sisi lain, agak sedikit melayang ketika kecepatan diatas 120 kilometer per jam.

Dalam perjalanan yang dilakukan DRE ada hal-hal yang unik.

Selain pergi ke tempat-tempat wisata, di antara para riser dan driver pihak panitia sangat akrab sendiri.

Dengan menggunakan bahasa sandi yang selalu dibicarakan lewat Handy Talky (HT), kebersamaan sangat terasa.

Walaupun, perjalanan itu memakan waktu yang cukup panjang.

Untuk menyebut truk besar, mereka memiliki bahasa yaitu molen. Sementara untuk mobil kecil adalah ayam.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved