Pasar Sumur Batu Tertimbun Sampah
Miris, mungkin kata yang tepat menggambarkan kondisi Pasar Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat saat ini.
WARTA KOTA, KEMAYORAN - Miris, mungkin kata yang tepat menggambarkan kondisi Pasar Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat saat ini.
Pasalnya, bukan hanya terlihat dipadati tumpukan sampah, sebagian muka pasar hingga bahu jalan dipenuhi tumpukan sampah busuk.
Pantauan Warta Kota di lokasi pada Selasa (29/9), walau papan peringatan larangan membuang sampah terlihat masih berdiri tegak, sejumlah warga yang melintas masih terlihat membuang sampah ke dalam gunungan sampah. Tak ayal, beragam sampah rumah tangga pun kian menggunung hingga menutupi setengah dari muka pasar.
Kondisi tersebut pun menyebabkan bau busuk di seluruh area pasar, tidak hanya pada bagian depan, bagian dalam pasar pun terlihat berbau anyir pekat yang menyengat. Kondisi tersebut pun dikeluhkan warga maupun pedagang di lokasi.
Seperti misalnya, Hari (50) warga RT 01/01 Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat mengaku jika keberadaan sampah tersebut sangat mengganggu warga maupun para pedagang di dalam pasar. Karena, selain tidak sedap dipandang, sampah yang terlihat menggunung setinggi 1,5 meter dengan luasan sekitar 20 meter persegi itu menyebabkan bau tidak sedap.
Kondisi tersebut pun disampaikan pemilik warung makan seafood, persis di sebelah bak penampungan sampah Pasar Sumur Batu itu kian parah dengan adanya genangan air kotor hasil sampah yang mengalir ke jalan. Sejumlah pengendara sepeda motor diketahui kerap terjatuh akibat tergelincir genangan.
"Warga memang tidak berhak buang sampah di situ, tapi banyak orang lewat, terus buang sampah ke dalam. Kondisi ini sudah jalan tiga bulan, soalnya kalau saya perhatian tidak ada pengawasan dari pihak pasar, malahan cenderung ada pembiaran," jelasnya saat ditemui Warta Kota di lokasi, Selasa (29/9).
Lebih lanjut diungkapkannya, terkait keberadaan sampah tersebut, kerugian yang ditanggungnya pun tidak sedikit, yakni mencapai Rp 30 juta dalam enam bulan terakhir. Hal tersebut dikarenakan menurunnya kedatangan pengunjung akibat bau tidak sedap.
"Biasanya sampah diangkut dua hari sekali, tapi dalam enam bulan ini, pengangkutan sampah sering terlambat, bisa lima sampai seminggu baru diangkat. Karena itu, orang juga males makan di sini, imbasnya ya turunnya omset," jelasnya.
Sementara itu, Kasi Kebersihan Kecamatan Kemayoran, Rika Yulia F mengatakan jika permasalahan sampah yang terjadi di Pasar Sumur Batu tersebut merupakan kewenangan dari Sudin Kebersihan Jakarta Pusat. Sebab, pihaknya memiliki keterbatasan armada baik kontainer atau bak penampungan maupun truk pengangkut sampah.
Walau begitu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sudin Kebersihan Jakarta Pusat maupun pihak pengelola Pasar Sumur Batu untuk melakukan pembersihan. Hanya saja, permasalahan masih pada keterbatasan armada dan tenaga hingga saat ini.
"Kita sudah kordinasi dengan Sudin setiap hari, tetapi masih terkendala dengan truk, karena diketahui kalau armada diperbantukan pada kegiatan di luar program Sudin Kebersihan, seperti penertiban dan pembongkaran. Sehingga kegiatan rutinitas menjadi terganggu," jelasnya saat ditemui Warta Kota di lokasi, Selasa (29/9).
Hingga saat ini, lanjutnya, Seksi Kebersihan Kecamatan Kemayoran memang memiliki armada truk kebersihan sebanyak 21 unit yang terdiri dari truk berkapasitas enam kubik dan 10 kubik. Namun, jumlah tersebut disampaikannya sangat sedikit, mengingat ada sebanyak 37 Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sementara yang berada di pinggir jalan dan pinggir kali.
"Kelihatannya banyak, tapi jumlah sampah yang dihasilkan sangat banyak. Setiap LPS menghasilkan sebanyak 2 hingga empat kubik sampah setiap hari, belum lagi Depok Sampah Kemayoran di Jalan Kran RW 03 Gunung Sahari Selatan, Kemayoran yang dapat menampung sebanyak 40 kubik sampah setiap hari," jelasnya.
Ditemui bersamaan, Camat Kemayoran, Herry Purnama mengatakan jika pihaknya akan mengirimkan surat kepada pihak PD Pasar Jaya untuk melakukan penataan pasar, yakni dengan membangun tembok pembatas untuk mencegah sampah tercecer hingga ke jalan serta membatasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150929pasar-sumur-batu-tertimbun-sampah_20150929_184623.jpg)