Suara Warga
Sopir Kopaja Ugal-ugalan
Buruknya keadaan angkutan massal di Jakarta yang ada saat ini sangat membuat miris.
WARTA KOTA, PALMERAH - Buruknya keadaan angkutan massal di Jakarta yang ada saat ini sangat membuat miris.
Seperti angkutan Kopaja (Koperasi Angkutan Jakarta) yang melayani masyarakat khususnya warga DKI Jakarta, yang baru saja kita saksikan aksi ugal-ugalan supir Kopaja 612 (Kampung Melayu-Ragunan) yang menelan korban jiwa.
Aksi tersebut tentunya membuat para pengguna transportasi umum di Jakarta semakin resah dan khawatir.
Bukan hanya dampak sesaat yang dirasakan, tetapi efek psikologis setelah kejadian tersebut akan terus teringat oleh para korban.
Seperti yang kita ketahui bahwa kecelakaan yang melibatkan Kopaja bukan kali pertama terjadi.
Salah satu faktor yang berpengaruh besar adalah sistem setoran yang harus dipenuhi oleh sopir kepada pemilik kendaraan.
Selama ini yang saya rasakan sebagai pengguna transportasi umum, adalah masih jauh dari kata layak.
Hal ini bukan sesuatu yang aneh karena banyak pemilik dan sopir angkutan yang tidak peduli dengan kondisi fisik kendaraannya.
Seharusnya dengan adanya kejadian tersebut pihak terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian harus mengawasi kondisi kelayakan kendaraan transportasi umum khususnya di Jakarta.
Dan semoga kejadian yang baru saja terjadi menjadi pelajaran untuk kita semua.
Ninda Detiasari,
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Jakarta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kopaja_20150917_185312.jpg)