Kamis, 9 April 2026

Taman Sunter Indah Dijadikan Wisata Kuliner Malam

Sejumlah PKL dibina dan akan mendapatkan tempat berjualan di wisata kuliner malam di Taman Sunter Indah.

Warta Kota/Banu Adikara
Ilustrasi wisata kuliner malam. 

WARTA KOTA, SUNTER -- Jalan Taman Sunter Indah RW 12, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam waktu dekat bakal diubah menjadi Kawasan wisata kuliner malam hari.

Demi terwujudnya hal itu, melalui Suku Dinas (Sudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (Sudin KUMKMP) Kota Administrasi Jakarta Utara, sebanyak 31 pedagang kaki lima dilakukan pembinaan dengan pembukaan buku tabungan Bank DKI Jakarta di Kantor RW 12 Sunter Jaya.

Pantauan wartakotalive.com, puluhan PKL nampak antusias melakukan pembukaan buku rekening tabungan Bank DKI Jakarta di Kantor RW 12.

Kebanyakan dari mereka merupakan PKL liar yang marak berdagang di sepanjang Jalan Taman Sunter Indah.

Para PKL ini diketahui ingin menjadi PKL yang legal, lantaran lokasi berdagangnya dalam waktu dekat bakalan disulap menjadi Kawasan wisata kuliner malam hari oleh Sudin KUMKMP Jakarta Utara.

Mereka secara rapi duduk di sebuah ruangan dan membawa berkas-berkas persyaratan ke Kantor RW 12 itu.

Mayoritas, mereka yang ingin dibina mendagangkan makanan matang seperti ayam bakar, bubur, dan jenis makanan lainnya.

Salah satu PKL yang menjual bubur ayam di Jalan Taman Sunter Indah, Mi'ing Nur Cahyo (39) mengakui, adanya pembukaan rekening tabungan Bank DKI, terbilang bisa bernafas lega.

Selain dikatakan ilegal dan tak menjadi korban penertiban petugas, pembinaan itu bermanfaat agar terhindar dari pungutan liar.

"Lokasi kita kan mau dirubah jadi wilayah kuliner malam hari, makanya kita harus buka buku Tabungan Bank DKI dulu. Biar gak dibilang PKL liar, dan kita dianggap PKL binaan. Lagian juga, kita kan membayar retrebusi lewat rekening itu lebih bagus karena bisa menghindari pungutan liar. Kan pedagang untuk bayar retrebusi menggunakan trnsfer lewat ATM dan tidak dengan uang tunai," papar Mi'ing di Kantor RW 12 usai membuat rekening Bank DKI, Jumat (25/09/2015).

Ia juga berharap, apabila sudah dibina dan Sudin KUMKP Jakarta Utara dapat mengelola dengan baik, dirinya ingin difasilitasi yang terbilang layak.

"fasilitasnya ya seperti bangku dan penerangan jalan. Supaya kita dagangnya maksimal dan bisa menarik pelanggan beli dagangan kita," ujarnya.

Sama halnya dengan pedagang ayam bakar, Salman (33).

Selain dianggap ilegal, ia pun mengaku dengan adanya pembinaan akan menjadi positif ke depannya.

"Ya semoga dengan begini dagangan saya menjadi laku. Saya minta pihak pemerintah juga dapat mempromosikan lokasi ini agar disatroni pengunjung," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved