Jakpus Wakili DKI Jakarta dalam Swasti Sabah Ustara
Kalau memang benar terpilih dan menang, kita berharap dapat menjadi motivasi warga untuk lebih giat lagi menjaga dan membangun lingkungan, jelasnya
WARTA KOTA, KEMAYORAN - Kerja keras dan upaya sebagian warga Jakarta Pusat mengubah lingkungan akhirnya berbuah manis.
Bukan hanya berhasil menata lingkungan dan mandiri, aksi kepedulian pun diapresiasi pemerintah pusat lewat ajang Swasti Sabah Ustara tahun 2015.
Salah satu kandidat ajang kepedulian lingkungan tingkat nasional tersebut berada di RT 14/06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Mengejutkannya, walau berada di tengah kota, wilayah yang dikenal gersang dan padat penduduk itu justru terpilih sebagai wilayah Ketahanan Pangan dan Gizi.
Pelopor sekaligus Ketua Kelompok Tani Kebon Kosong, Joko (58) mengaku bangga atas prestasi tersebut.
Apalagi sedikit lahan pertanian sayuran dan tanaman obat yang dibangun warga sejak dua tahun terakhir justru menjadi objek percontohan berskala nasional.
"Kita seneng banget pas tahu kepilih jadi perwakilan Jakarta Pusat, apalagi provinsi (DKI Jakarta-red) di lomba tingkat nasional ini, karena memang menurut saya kita ini belum apa-apa. Mungkin karena banyak keterbatasan itu, kita jadi punya nilai lebih, itu yang dinilai juri dari Kementerian (Lingkungan Hidup-red)," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT 14/06 Kebon Kosong itu.
Kondisi tersebut benar adanya, kesungguhan niat serta kemauan warga mengubah lingkungan yang semula gersang terbukti membuahkan hasil.
Lahan kosong yang semula ditumbuhi ilalang dan tumpukan sampah itu pun kini berubah menjadi kebun sayuran mini.
Apalagi, di tengah musim kemarau yang panjang saat ini, hasil panen sayuran yang dihasilkan diketahui dalam kondisi sangat baik dan segar.
Selain pertanian kota, wilayah Kebon Kosong pun terpilih lantaran memiliki bank sampah, lubang biopori, sumur resapan, penghijauan dan pengolahan sampah.
Ditemui terpisah, Camat Kemayoran, Herry Purnama mengaku bangga atas penunjukan wilayahnya sebagai perwakilan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka perlombaan Kota Sehat tingkat Nasional.
Menurutnya, prestasi tersebut adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap warga yang perhatian dan peduli dengan lingkungan.
Dalam ajang tingkat nasional tersebut, dirinya mengungkapkan, jika dua wilayah di yang terpilih justru berada di RW 04 Serdang, Jalan Taruna sebagai Permukiman Sarana Sehat dan Mandiri serta RW 06 Kebon Kosong, Jalan Angkasa, tepatnya Komplek Angkasa Pura sebagai wilayah Ketahanan Pangan dan Gizi.
Padahal, jika dibandingkan dengan beberapa wilayah Kotamadya di Provinsi DKI Jakarta lainnya, kedua wilayah tersebut justru memiliki banyak keterbatasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150921jakpus-wakili-dki-jakarta-dalam-swasti-sabah-ustara_20150921_081227.jpg)