Senin, 20 April 2026

Tips Kesehatan

Wajib Pipis Sebelum dan Sesudah Berhubungan Intim

Pesan penting terutama buat para wanita yang baru pertama kali atau sudah lama tidak berhubungan seksual.

Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pesan ini bukan sekedar pesan, tetapi pesan penting terutama buat para wanita yang baru pertama kali atau sudah lama tidak berhubungan seksual.

Dalam beberapa hari ini saya mendapat beberapa undangan resepsi pernikahan dan mendengar kabar suami dan istri yang kumpul kembali saat suami yang bekerja di luar kota ambil cuti panjang akhir tahun.

Di sisi lain cuaca juga mendukung buat para pasangan suami istri untuk bertahan di rumah dan hanya bermalas-malasan apalagi untuk para pengantin baru atau pasangan yang kebetulan sedang mengambil cuti.

Kenapa perlu kencing atau buang air kecil (BAK) sebelum dan sesudah berhubungan seksual? Hal ini penting untuk mencegah infeksi saluran kencing (ISK).

kencing

Pada para pengantin baru, ISK sering kali terjadi antara lain berupa infeksi kandung kencing (sistitis).

Kalau ini dihubungkan dengan penganten baru istilah yang sering digunakan adalah Honeymoon sistitis.

Seperti saya sebutkan tadi bahwa sistitis ini bisa terjadi pada wanita baru menikah atau para wanita pengantin baru.

Penyakit ini juga bisa dialami oleh para ibu yang baru kedatangan suami yang baru pulang kerja luar kota/negeri.

Penyakit sistitis honeymoon ini terjadi karena kontak seksual yang sering setelah sekian lama tidak berhubungan atau belum pernah berhubungan.

Pasien dengan sistitis honeymoon biasanya mengeluh nyeri anyang-anyangan, buang air kecil (BAK) atau kencing terasa sakit dan panas, bahkan bisa terjadi urinnya berwarna merah.

Jika infeksi berlanjut pasien juga bisa merasakan demam. Adanya demam menunjukkan bahwa penyakitnya berlanjut.

Oleh karena itu jika pada wanita yang mengeluh sakit saat kencing atau terasa “anyang-anyang” harus diduga sedang mengalami sistitis.

Pasien juga bolak balik kencing tetapi keluarnya sedikit-sedikit dan terasa sakit.

urin

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved