Tawuran
Siswa SMKN 2 Depok Tewas, Gedung SMK Izzata Dirusak
Pasca tewasnya Reza Dewantara (17) siswa kelas XI SMKN 2 Depok akibat tawuran di Jalan Pitara, Cipayung Gedung SMK Izzata Arjuna diserang dan dirusak
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Pasca tewasnya Reza Dewantara (17) siswa kelas XI SMKN 2 Depok, jurusan Tata Boga, akibat tawuran di Jalan Pitara, Jembatan Serong, Cipayung, Depok, Kamis (17/9/2015) sore, Gedung SMK Izzata Arjuna di Jalan Pitara, diserang dan dirusak sekelompok pelajar, Kamis sekitar pukul 19.00.
Informasi yang dihimpun Warta Kota, menyebutkan sejumlah ruang kelas di SMK Izzata Arjuna, berhasil dirusak dan dipecahkan kacanya oleh kelompok penyerang.
Diduga pelaku penyerangan adalah siswa SMKN 2 Depok rekan Reza yang tak terima atas tewasnya Reza.
Mereka menduga pelaku penusukan adalah siswa SMK Izzata Arjuna di Jalan Pitara, Jembatan Serong, Cipayung, Pancoran Mas, Depok, sehingga menyerang dan merusak gedung sekolah sebagai aksi balas dendam.
Pantauan Warta Kota, Kamis malam sekira pukul 21.00, Kapolresta Depok Kombes Dwiyono bersama Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho dan Kabagops Polresta Depok Komisaris Agus Widodo serta jajaran reskrim dan tim buser Polresta Depok tampak menyambangi Gedung SMK Izzata Arjuna.
Penerangan di Gedunh SMK Izzata tampak gelap dan gerbang sekolah ditutup rapat.
Hanya aparat kepolisian saja yang diperbolehkan masuk ke dalam.
Seperti diketahui, Reza Dewantara (17) siswa kelas XI SMKN 2 Depok, jurusan Tata Boga, tewas mengenaskan dengan luka tusukan senjata tajam di punggung, tangan kiri, dan kaki kirinya.
Ia terkapar bersimbah darah akibat dicelurit pelajar sekolah lain di kawasan Jembatan Serong, Kelurahan Cipayung, Pancoran Mas, Depok.
Hasan (16), rekan korban, menuturkan dari informasi yang diketahuinya saat kejadian, Reza bersama beberapa rekannya dengan konvoi kendaraan bermotor menuju kawasan Jembatan Serong untuk mengerjakan tugas.
Saat melintas di depan SMK Izzata Arjuna, Reza bersama rekannya dihadang pelajar sekolah tersebut.
"Katanya Reza yang dibonceng temannya, ketinggalan waktu mereka kabur. Jadinya dia dibacok celurit di punggungnya sampai jatuh," kata Hasan saat ditemui di rumah korban di Jalan Salak, Mampang, Pancoran Mas, Kamis malam.
Reza yang bersimbah darah lalu ditolong warga dan dilarikan ke RS Citama, Citayam, Depok.
Luka parah di punggungnya mengakibaykan nyawa Reza tak terselamatkan.
Sampai Kamis malam, jenasah Reza masih disemayakamkan di rumahnya, di Jalan Salak 4 Nomor 9 Rt 9/01, Mampang, Pancoran Mas, Depok.
Orangtua korban serta kerabat tampak berduka dan menangis di depan jenasah korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150903photo-breaking-news-tawuran-pelajar-kambuh-lagi-di-jakarta1_20150903_185039.jpg)