Koran Warta Kota

Harga Elpiji 12 Kg Turun Menjadi Rp 135.300

PT Pertamina (Persero) menurunkan harga elpiji 12 kg dengan kisaran Rp 6.400 hingga Rp 17.900 per tabung mulai Rabu (16/9).

Harga Elpiji 12 Kg Turun  Menjadi Rp 135.300
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Pekerja tengah membereskan gas elpiji 12 kilogram di salah satu agen di Kawasan Kramat Sentiong, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar Rp1.500 per kg atau setara Rp 18.000 per tabung. 

WARTA KOTA, PALMERAH— PT Pertamina (Persero) menurunkan harga elpiji 12 kg dengan kisaran Rp 6.400 hingga Rp 17.900 per tabung mulai Rabu (16/9).

Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina, mengatakan, besaran penurunan tersebut berdasarkan data historis harga elpiji sesuai acuan contract price (CP) Aramco dan kurs dolar AS terhadap rupiah.

“Ditambah, estimasi pergerakan kedua indikator tersebut,” kata Ahmad seperti dilansir Antara.

Menurut Ahmad, harga di tingkat agen bervariasi antara Rp 132.800 per tabung dan Rp 157.400 per tabung tergantung jarak stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE) terhadap titik suplainya.

Secara rata-rata nasional, harga elpiji 12 kg menjadi Rp 135.300 per tabung atau turun Rp 6.700 per tabung dari harga sebelumnya sebesar Rp 142.000 per tabung.

Untuk wilayah Jabodetabek harga elpiji 12 kg turun Rp 6.400 per tabung dengan harga di agen turun dari Rp 141.000 per tabung menjadi Rp 134.600 per tabung. Demikian pula, konsumen di Jawa Timur, harga elpiji 12 kg turun Rp 6.400 per tabung.

“Penyesuaian harga juga dilakukan untuk merek-merek elpiji non-PSO lainnya dengan besaran tidak jauh berbeda per kilogramnya,” kata Ahmad.

Pertamina mencatat stok elpiji nasional saat ini dalam kondisi aman yakni di atas 17 hari dengan rata-rata konsumsi seluruh jenis dan merek elpiji BUMN migas tersebut sebesar 17.678 metrik ton per hari.

Harga elpiji domestik ditentukan harga bahan bakar tersebut di pasar internasional sesuai patokan CP Aramco dan juga kurs rupiah terhadap dolar mengingat sebagian pemenuhannya masih impor.

Kalau berdasarkan patokan CP Aramco yang kini turun mengikuti harga minyak, maka harga elpiji mengalami penurunan. Namun, kurs rupiah mengalami pelemahan, sehingga menekan penurunan harga elpiji akibat turunnya CP Aramco tersebut.

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved