Jumat, 10 April 2026

Guru Les Privat Cabuli Murid Prianya, Selama Dua Tahun

Seorang guru les privat, Keeling melakukan serangkaian pencabulan lebih dari 100 kali terhadap siswa remaja yang seharusnya dia bimbing.

Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Carolyn Keeling ( 64), yang berasal dari  Taynton, Oxfordshire, Inggris didakwa telah memanfaatkan kedudukan sebagai guru les untuk melakukan hubungan intim dengan seorang remaja berusia 13 tahun selama melaksanakan kegiatan les di kediamannya dalam kurun waktu dua tahun.

Sehingga, kekerasan seksual yang dialami oleh remaja itu mencapai lebih dari 100 kali sebagaimana disampaikan di persidangan yang dikutip Daily Mail, Rabu ( 8/9/2015), yang dikutip Wartakota.tribunnnews.com.

Nenek tersebut hobi menghisap ganja dan menenggak anggur selama memberikan les dua kali seminggu.

Rupanya, sebelum membuka les itu di rumah bocah remaja itu, saat usianya masih 40-an, sebagaimana diungkap dalam keterangan yang didengar di persidangan di  Gloucester Crown Court, bagaimana kekerasan itu bermula.

Ketika itu Keeling, yang masih 40-an sering melakukan kegiatan-kegiatan mandi sinar matahari di depan bocah karena dilakukan di depan rumah bocah itu, sehingga selalu dilihat oleh dia.

Juri di persidangan itu menyebutkan, wanita itu sudah merencanakan semua kejahatannya karena dia selalu membawa kondom di mobilnya.

‎Insiden itu kemudian mengawali terjadinya kekerasan seksual terhadap bocah remaja dalam kurun 1993 dan 1996.  

Jaksa Ed Burgess mengatakan, korban akhirnya menceritakan peristiwa yang telah dialaminya kepada ibu kandungnya di tahun 2012, setelah dia membaca kisah skandal Jimmy Savile. 

Kasus itu kemudian dilaporkan kepada polisi, April 2014.

Atas laporan itu, Keeling didakwa dengan sebanyak enam tuduhan, yang semuanya dibantah.

Pada awalnya, korban merasa, pelaku merupakan orang yang mengasyikan, sampai akhirnya dia menyadari bahwa sebenarnya dia hany menjadi korban perbuatan Keeling.

‎Pria yang kemudian menginjak usia muda itu kemudian menceritakan bahwa akhirnya dia menyadari selama ini, dirinya hanya korban kekerasan seksual yang dilakukan guru les itu.

Pria itu, kata polisi, menyatakan, orang yang dia panggil sebagai Mrs K itu selalu memakai pakaian ala hippy, sehingga kemudian memengaruhi pikiran korban, yang merasa, pelaku adalah orang yang asyik untuk diajak menjadi teman dekat.

Soalnya, di usia tersebut, remaja itu memang sedang tumbuh dan hormon dia menjadikan dirinya tidak bisa mennggunakan pikiran sehatnya.

Dia tidak kuasa menampik ketika guru les itu menawari dirinya untuk melakukan pencabulan meski seharusnya, dia memberikan pelajaran terkait les yang diikuti korban, tapi yang diperolehnya jauh berbeda.‎‎

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved