Tragedi Aylan Kurdi dan Lunturnya Rasa Kemanusiaan Picu Polemik
Deritanya terus mencabik-cabik perasaan karena bocah itu menjadi korban keganasan perang di Syria. Polemik pun mengemuka, layakkah foto Aylan tampil?
Terakhir, mereka ada di kota Gevgelija, Macedonia.
Sebagaimana disampaikan The Independent, Kamis (3/9/2015), yang dikutip Wartakota.tribunnews.com, sajian foto-foto perjuangan para pengungsi asal Syria itu sangat menguras air mata, mereka masih sangat kecil untuk tahu kebiadaban yang dilakukan sejumlah orang dewasa di kubu Assad dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang membunuh siapa saja, sehingga saat anak-anak di sejumlah negara bisa bermain, di Timur Tengah, anak-anak kehilangan kasih sayang, mereka harus lari untuk menyelamatkan diri.
Jumat (4/9/2015), suasana sangat mengharukan terjadi ketika bapak kandung Aylan tampak menguburkan jasad anak tercintanya.
Selain kehilangan Aylan Kurdi, dia juga kehilangan Galip Kurdi dan istrinya, Rihan.

Perjalanan antara Gevgelija-Presevo hanya sebagian perjalanan yang harus ditempuh, siapa yang tidak kuat, bisa tewas dan tenggelam, mereka berjuang untuk melintasi koridor Balkan, yang bisa membawa mereka dari Turki, kemudian melewati Greece, Macedonia, dan Serbia untuk sampai di Hungary, gerbang untuk memasuki Uni Eropa (European Union).
Sebagian kalangan masyarakat dunia bereaksi sangat keras terkait tragedi Aylan Kurdi, tidak sedikit kalangan netisen kemudian membandingkannya dengan tragedi perang di Vietnam.
Sebagian korban perang Vietnam yang diserbu tentara United States (US) yang kejam adalah kalangan anak-anak dan balita seperti salah satunya tampak dalam foto iconic berikut ini di Vietnam yang dibom oleh kekejaman pasukan US.

Kisah perang Vietnam yang menelan korban tidak terhitung itu, termasuk di kalangan anak-anak yang tidak berdosa, mungkin sedang terjadi lagi, khususnya di kawasan Syria.
Di bagian dunia lainnya, hidup Aylan penuh ketakutan karena dikejar kematian, dia merupakan bagian paling menyedihkan dari serpihan kemanusiaan kita yang mulai luntur.
Sebagian kalangan mengecam penampilan foto-foto Aylan Kurdi di halaman muka media massa dunia, tapi sebagian lagi mendukung karena foto-foto tragedi kemanusiaan termasuk yang dialami Aylan Kurdi diharapkan bisa menyentuh perasaan siapa saja yang menyaksikannya agar perang yang berkecamuk bisa segera diakhiri.

Sedangkan di Kobani, tidak ada pantai, hanya bom yang terus meledak.
Sangat memrihatinkan untuk menyaksikan korban yang terus berjatuhan, tak terhitung darah dan air mata yang tumpah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/aylan_20150904_190538.jpg)