Kamis, 16 April 2026

The Oasis Cikarang Bangun Acacia Tower di Tengah Rupiah Lesu

pengembang umumnya akan menahan diri untuk membangun ketika menghadapi perlambatan ekonomi.

Penulis: |
Warta Kota/ichwan chasani
Supriantoro, Direktur Sales & Marketing NPS (batik biru) bersama Wahyu Hartanto, Chief Operational Officer NPS (batik merah muda) saat ground breaking Acacia Tower di The Oasis Cikarang, Jalan Raya Cibarusah Kav. 1, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (28/8/2015). 

CIKARANG, WARTA KOTA- PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS), anak usaha PT Cowell Development Tbk, melakukan ground breaking Acacia Tower dua bulan lebih cepat.

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak berpengaruh negatif terhadap pengembangan kawasan hijau terpadu di tengah kawasan industri Cikarang itu.

Wahyu Hartanto, Chief Operational Officer NPS mengatakan ground breaking itu terasa istimewa mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 seperti dilansir BPS sebesar 4,7 persen merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir.

acacia tower

Menurutnya, pengembang umumnya akan menahan diri untuk membangun ketika menghadapi perlambatan ekonomi.

“Tapi dari awal kami berkomitmen memberikan yang terbaik pada konsumen dengan menyerahkan unit tepat waktu. Kami tidak membangun kawasan ini dari dana konsumen. Kenaikan dollar juga tidak memberikan efek negatif bagi pengembangan kawasan,” tuturnya di sela-sela ground breaking, Jumat (28/8/2015).

Menurut Wahyu, justru saat nilai tukar rupiah melemah, adalah momen yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi di bidang properti karena nilai property masih pada titik ambang bawah. Pada saat kondisi ekonomi membaik, nilai property itu akan merangkak naik.

”Betapa murahnya property sekarang dibandingkan naiknya dolar,” imbuhnya.

Acacia Tower adalah tower kedua di The Oasis Cikarang. Tower pertamanya, Mahogany Tower, sudah topping off pada Juni 2015 lalu.

Pembeli Mahogany Tower yang telah membeli unit sejak sebelum launching, kini sudah bisa mendapatkan keuntungan Rp2 juta per meter persegi.

Sebelum launching, harga unit Rp12 juta per meter persegi, kini naik menjadi Rp15 juta per meter persegi.

Supriantoro, Direktur Sales & Marketing NPS mengakui bahwa ada penurunan penjualan property baik unit residensial maupun komersial, namun penurunan itu tidak signifikan.

“Kalau residensial penurunan hanya sekitar 5 persen, komersial sekitar 10 persen. Tapi instrument property ini masih lebih bagus untuk investasi dibanding saham, atau reksadana,” tuturnya.

Terkait Acacia Tower, Supriantoro menyebut angka penjualannya sudah mencapai 30 persen dari 702 unit yang disediakan, atau lebih banyak dari Mahogany Tower yang hanya 624 unit.

Acacia Tower dibangun setinggi 26 lantai dan 27 unit per lantai.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved