Sabtu, 25 April 2026

Ketua Bamus Betawi : Pengamen Ondel-ondel Akan Ditertibkan

Para warga Betawi, kini tengah menyambut gembira atas disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Penulis: Mohamad Yusuf |
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama saat bercengkerama dengan Haji Oding, Ketua Bamus Betawi DKI (tengah) dan Wakil Ketua DPRD DKI, Minggu (23/8/2015) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Para warga Betawi, kini tengah menyambut gembira atas disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Zainuddin atau yang kerap disapa Haji Oding, pun telah merancang beberapa program untuk melestarikan kebudayaan Betawi.

Termasuk dengan ondel-ondel yang kini kerap dijadikan ajang untuk mengamen.

"Ondel-ondel yang mengamen akan ditertibkan. Supaya nantinya lebih tertata dan teratur lagi. Tapi kami tidak serta merta menertibkan saja. Kami akan lakukan pembinaan," kata Haji Oding, ditemui disela-sela acara Lebaran Betawi, Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).

Menurut pria yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, itu nantinya, mereka akan melakukan pembinaan para pelestari kebudayaan Betawi.

Melalui, beberapa program yang telah akan dirancang bersama para ormas Betawi lainnya.

"Kami akan sosialisasikan Perda ini. Nanti akan kami bentuk Lembaga Bahasa Betawi, Lembaga Pendidikan Betawi, atau kami akan membina warga Betawi, melalui pelatihan manajemen, dan usaha," kata Haji Oding.

Sementara, pihaknya juga akan bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti perkantoran dan hotel.

Yaitu dengan memasang berbagai ornamen nuansa Betawi.

"Jadi kantor-kantor maupun hotel, akan ada ornamen Betawinya, seperti ondel-ondel, atau sovenir lainnya. Jadi pengamen ondel-ondel juga tidak perlu lagi mengamen, kami akan berdayakan ke sana," kata Haji Oding.

Haji Oding, pun menganggap, pada Lebaran Betawi tahun ini, menjadi sebuah sejarah. Pasalnya, dihadiahi oleh Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi yang telah disahkan pada 18 Agustus 2015 kemarin.

"Setelah 70 tahun merdeka, baru tahun ini eksistensi masyarakat Betawi, diatur secara hukum. Ini adalah hadiah luar biasa untuk warga Betawi," kata Haji Oding.

Pelaksanaan

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengusulkan agar waktu pelaksanaan Lebaran Betawi dapat dipatenkan, pada setiap minggu terakhir bulan Syawal.

Agar pelaksanaannya nanti tidak jauh dari perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved