Jumat, 24 April 2026

Tips Kesehatan

Inilah Perbedaan Sunat di Amerika dan Indonesia

Khitan dapat menjaga kebersihan dan higinitas penis lebih baik dibandingkan dengan pria yang tidak dikhitan.

Editor: Suprapto
Istimewa
Ilustrasi khitan atau sunat 

WARTA KOTA, PALMERAH— Khitan atau sunat (sirkumsisi) adalah tindakan medis berupa pembuangan sebagian atau seluruh bagian dari kulit luar penis (foreskin) yang membungkus glans atau kepala penis.

Di Indonesia, khitan banyak dilakukan pada anak laki-laki yang belum mencapai usia baligh (dewasa secara seksual).

Pengambilan keputusan untuk khitan biasanya didasari oleh keyakinan agama, di mana mayoritas penduduk beragama Islam dan mewajibkan para laki-laki untuk melakukan khitan.

Sejak abad ke-19, banyak praktisi kesehatan yang menyakini bahwa khitan dapat menjaga kebersihan dan higinitas penis lebih baik dibandingkan dengan pria yang tidak dikhitan.

Akibatnya khitan sudah banyak dilakukan terhadap anak laki-laki, dan menjadi praktik yang meluas baik di Eropa maupun Amerika.

Di Amerika Serikat sebanyak 1,2 juta bayi laki-laki disunat setiap tahunnya.

Pengambilan keputusan khitan bervariasi mulai dari keyakinan agama hingga upaya preventif untuk menjaga kesehatan personal.

Tidak seperti di Indonesia, proses khitan di Amerika dilakukan pada bayi laki-laki yang baru lahir (newborn), umumnya pada 10 hari pertama kehidupannya.

Hal ini didasarkan pada temuan yang diliris oleh Academy of Pediatrics yang menyebutkan bahwa koloni bakteri yang tumbuh dan berkembang di dalam kulit luar penis atau kulup pada 6 bulan pertama kehidupan menjadi faktor risiko peningkatan infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI).

Koloni bakteri tersebut akan berkurang dengan sendirinya setelah usia 6 bulan, hal tersebut dapat terjadi karena kulup dapat ditarik ke belakang seiring dengan pertambahan usia.

Dua sampai 10% insiden UTI ditemukan pada usia 6 bulan pertama dan kasus yang paling signifikan yaitu sebesar 21% terjadi pada bulan pertama kehidupan.

Di sisi lain proses penyembuhan pasca khitan juga berkaitan dengan umur.

Pada bayi, proses penyembuhan khitan memakan waktu yang relatif singkat yaitu selama 7-10 hari, sedangkan pada anak-anak dan pria dewasa proses penyembuhan membutuhkan waktu lebih lama yaitu 3-6 minggu.

Khitan memiliki banyak manfaat medis bagi tubuh, walaupun American Academy of Pediatrics (AAP) mengklaim manfaat yang didapat juga sebanding dengan risiko dan trauma yang dialami.

Tentunya ini merupakan hal yang wajar, jika ditilik dari dininya usia bayi saat menjalani operasi khitan.

Dari beberapa studi komprehensif diketahui bahwa bayi akan mengalami trauma dan rasa sakit yang mendalam bahkan ada beberapa bayi yang tidak menangis saat khitan berlangsung karena mengalami syok trumatis saat operasi. (Suci Pujiati/majalah kesehatan)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved