resensi buku

Sejarah Komunitas Katolik Kontemporer

Sejarah umat beragama di Indonesia masih langka, khususnya komunitas Katolik Indonesia.

Kompas/Yuniadhi Agung
Cover buku Catholics in Independent Indonesia. 

Oleh Azyumardi Azra

Sejarah umat beragama di Indonesia masih langka, khususnya komunitas Katolik Indonesia.

Kita beruntung mendapat sumbangan sangat penting dari Karel Steenbrink, Guru Besar (Emeritus) Universitas Utrecht, Belanda, yang dengan tekun dan cermat menuliskan sejarah umat Katolik di Indonesia secara komprehensif.

Karya cukup masif ini merupakan buku ketiga Steenbrink tentang subyek ini. Sebelumnya ia menulis Catholics in Indonesia 1808-1942. A Documented History, Vol I: A Modest Recovery 1808-1900 (2003) dan Catholics in Indonesia 1808-1942. A Documented History, Vol II: The Spectacular Growth of a Self-Confident Minority, 1903-1942 (2007).

Meski menjadi bagian ketiga dari trilogi, buku Catholics in Independent Indonesia dapat dipandang dan dibaca sebagai buku independen, terlepas dari kedua buku terdahulu.

Buku yang komprehensif membahas umat ”Katolik Indonesia” (terma yang digunakan Steenbrink secara bebas dengan ”Katolik di Indonesia”) ini dapat dikatakan ditulis ”orang dalam” (from within).

Steenbrink, penganut Katolik yang saleh, memang memulai karier akademisnya dengan melakukan penelitian disertasi doktor tentang pesantren, madrasah, dan sekolah (1970-74).

Ia kemudian kembali ke Indonesia mengajar di IAIN Jakarta dan IAIN Yogyakarta (1981-1988).

Selama kurun waktu itu ia menyebut dirinya hanya ”marjinal” di lingkungan Katolik.

Baru pada pertengahan 1990-an, ia memulai persiapan riset dan penulisan sejarah Katolik di Indonesia. Kesempatan ini datang ketika ia mulai bertugas di IIMO, Institut Ekumene dan Misiologi, di Universitas Utrecht.

Meski begitu, Karel Steenbrink mengakui, karya-karyanya tentang sejarah Katolik Indonesia ditulis tidak dari lingkaran dalam gereja (insider) yang menentukan misi dan visi gereja.

Sebaliknya, ditulis seorang pengamat luar yang menghabiskan karier aktifnya di Indonesia sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi Islam.

Walau demikian, ia menegaskan, dari latar belakang [agamanya yang Katolik], Steenbrink merasa memiliki pengetahuan memadai, simpati dan empati pada komunitas Katolik untuk dapat otoritatif menulis tentang sejarah Katolik di Indonesia.

Karya Profesor (Emeritus) Steenbrink ini dalam banyak hal lebih daripada sekadar sejarah Gereja Katolik deskriptif.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved