Rabu, 15 April 2026

Musim Kemarau

Produksi Beton di Cibarusah Turun Akibat Kemarau

Dampak musim kemarau tak hanya dirasakan oleh petani yang gagal panen di empat desa Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN
Seorang perajin batu bata sedang mencetak adonan tanah liat. 

WARTA KOTA, BEKASI - Dampak musim kemarau tak hanya dirasakan oleh petani yang gagal panen di empat desa Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Tapi, puluhan pengusaha batu bata dan beton buis di sana juga merasakan hal yang sama.

Seperti yang diungkapkan oleh Wahidin (42), pekerja di salah satu perusahaan beton buis di Desa Sirnajati.

Wahidin mengaku, produksi beton buis menurun hingga 50 persen sejak dilanda musim kemarau.

Dia yang biasanya mampu memproduksi beton buis sebanyak 20 buah per hari, kini hanya bisa memproduksi 10 buah.

Turunnya hasil produksi ini, gara-gara minimnya pasokan air saat musim kemarau.

Padahal keberadaan air sangat dibutuhkan untuk membuat dan mencetak beton buis.

Adapun bahan-bahan yang dicampur adalah semen, batu sprit dan pasir.

Dia mengaku, selama ini mengandalkan sumur air yang berada di belakang rumah produksi.

Namun karena musim kemarau tahun ini lebih parah dari sebelumnya, membuat sumur dia dangkal hingga terlihat lapisan bawahnya.

"Sekalinya ada air di sumur, tetap saja butuh menunggu waktu berjam-jam agar terisi satu ember," kata Wahidin pada Rabu (12/8).

Tak hanya produksinya yang menurun, tapi penjualan beton buis yang biasa digunakan untuk membuat sumur juga ikut turun.

Namun hal ini dipicu karena adanya momen lebaran, tahun ajaran baru sekolah dan adanya insiden gagal panen yang dirasakan oleh petani.

Biasanya dalam sepekan, penjualan beton buis ukuran 120 cm mampu menembus hingga 5-10 buah.

Namun kini, permintaan itu tidak ada, hingga akhirnya beton buis itu hanya dipajang di tempatnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved