Sabtu, 11 April 2026

Transportasi Jakarta

Pengangguran Hingga Pegawai Bank Ingin Jadi Driver Go-Jek

Perusahaan startup bidang teknologi dan informasi, Go-Jek, melakukan ekspansi besar-besaran.

Editor: Suprapto
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Logo Go-Jek di jaket salah satu driver atau pengendara. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Perusahaan startup bidang teknologi dan informasi, Go-Jek, melakukan ekspansi besar-besaran.

Selasa (11/8/2015), perusahaan penyedia layanan ojek tersebut membuka lowongan bagi pengendara atau driver Go-Jek di Hall Basket Senayan Jakarta.

Ribuan orang ikut serta memadati lokasi tersebut sehingga kemacetan di jalan sekitarnya pun tidak terelakkan.

Orang-orang yang hendak menjadi driver Go-Jek ini pun bersaing tidak kenal jenjang pekerjaan.

Mulai dari pengangguran, office boy kantoran, mahasiswa, hingga karyawan bank pun ikut serta mendaftaran dirinya.

Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan penghasilan yang menurut kabar mencapai Rp 5-6 juta per bulannya bahkan lebih dari itu.

Pendaftar yang datang dari berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya itu pun tidak segan-segan berprofesi sebagai tukang ojek.

Salah satunya adalah Syarif, seorang office boy kantoran yang hendak menjadi driver Go-Jek untuk meningkatkan penghasilannya. Warga Pasar Minggu Jakarta Selatan itu, mengambil izin hari ini agar bisa mengikuti pendaftaran menjadi driver Go-Jek.

"Saya hari ini harusnya masuk, tetapi izin sebentar untuk ikut Go-Jek. Soalnya saya dengar dari orang-orang, jadi Go-Jek penghasilannya banyak," ujarnya kepada Warta Kota siang ini.

Lain halnya dengan Sri Ratna yang mengantarkan suaminya untuk mengikuti pendaftaran driver Go-Jek.

"Suami saya dari pada nganggur di rumah, mendingan ikut Go-Jek. Tapi dipikir-pikir, kalau tukang ojeknya banyak begini, siapa yang mau jadi penumpangnya ya," celetuknya.

Sementara, seorang karyawan sebuah perusahaan swasta, Idat, mengaku sudah beberapa kali mengirimkan pesan singkat ke tim rekrutmen Go-Jek.

Ia ingin menjadi driver Go-Jek lantaran tergiur penghasilan bulanan yang cukup besar.

"Gaji saya sekarang UMR, Rp 2,7 juta. Kalau ikut Go-Jek, saya bisa dapat Rp 5-6 juta per bulan. Saya juga nggak perlu keluar dari kerjaan," jelasnya.

Menurut dia, hal yang dilakukan cukup pandai-pandai membagi waktu antara pekerjaan kantor dengan waktu untuk mengojek.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved