Transportasi Jakarta
Pengangguran Hingga Pegawai Bank Ingin Jadi Driver Go-Jek
Perusahaan startup bidang teknologi dan informasi, Go-Jek, melakukan ekspansi besar-besaran.
WARTA KOTA, PALMERAH— Perusahaan startup bidang teknologi dan informasi, Go-Jek, melakukan ekspansi besar-besaran.
Selasa (11/8/2015), perusahaan penyedia layanan ojek tersebut membuka lowongan bagi pengendara atau driver Go-Jek di Hall Basket Senayan Jakarta.
Ribuan orang ikut serta memadati lokasi tersebut sehingga kemacetan di jalan sekitarnya pun tidak terelakkan.
Orang-orang yang hendak menjadi driver Go-Jek ini pun bersaing tidak kenal jenjang pekerjaan.
Mulai dari pengangguran, office boy kantoran, mahasiswa, hingga karyawan bank pun ikut serta mendaftaran dirinya.
Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan penghasilan yang menurut kabar mencapai Rp 5-6 juta per bulannya bahkan lebih dari itu.
Pendaftar yang datang dari berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya itu pun tidak segan-segan berprofesi sebagai tukang ojek.
Salah satunya adalah Syarif, seorang office boy kantoran yang hendak menjadi driver Go-Jek untuk meningkatkan penghasilannya. Warga Pasar Minggu Jakarta Selatan itu, mengambil izin hari ini agar bisa mengikuti pendaftaran menjadi driver Go-Jek.
"Saya hari ini harusnya masuk, tetapi izin sebentar untuk ikut Go-Jek. Soalnya saya dengar dari orang-orang, jadi Go-Jek penghasilannya banyak," ujarnya kepada Warta Kota siang ini.
Lain halnya dengan Sri Ratna yang mengantarkan suaminya untuk mengikuti pendaftaran driver Go-Jek.
"Suami saya dari pada nganggur di rumah, mendingan ikut Go-Jek. Tapi dipikir-pikir, kalau tukang ojeknya banyak begini, siapa yang mau jadi penumpangnya ya," celetuknya.
Sementara, seorang karyawan sebuah perusahaan swasta, Idat, mengaku sudah beberapa kali mengirimkan pesan singkat ke tim rekrutmen Go-Jek.
Ia ingin menjadi driver Go-Jek lantaran tergiur penghasilan bulanan yang cukup besar.
"Gaji saya sekarang UMR, Rp 2,7 juta. Kalau ikut Go-Jek, saya bisa dapat Rp 5-6 juta per bulan. Saya juga nggak perlu keluar dari kerjaan," jelasnya.
Menurut dia, hal yang dilakukan cukup pandai-pandai membagi waktu antara pekerjaan kantor dengan waktu untuk mengojek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150618-ojek-go-jek_20150618_101418.jpg)