Minggu, 12 April 2026

Rekayasa Lalu Lintas

Warga Bingung Sistem Satu Arah di Terowongan Cikoko

Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba sistem satu arah.

Warta Kota/Bintang Pradewo
Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba sistem satu arah untuk jalan di terowongan Cikoko, samping Stasiun Cawang, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015) sore. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba sistem satu arah (SSA) untuk jalan di Terowongan Cikoko, samping Stasiun Cawang, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015) sore.

Dalam uji coba itu ternyata berhasil mengurai kemacetan yang kerap melanda kawasan itu di kedua arah.

Namun, kemacetan arus lalu lintas berpindah ke wilayah sekitaran Taman Honda, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Tak hanya itu, masih banyak para pengguna kendaraan yang kebingungan dengan sistem satu arah ini.

Padahal, rambu-rambu lalu lintas sementara sudah terpasang sejak di Jalan MT Haryono menuju ke Terowongan Cikoko.

Pantauan Warta Kota, baik kendaraan roda dua maupun roda empat banyak yang akhirnya harus melalui Jalan Tebet Timur. Padahal, mereka hendak ingin ke Jalan Cikoko atau berbalik arah ke arah Pancoran.

Terlihat kendaraan mewah seperti Toyota Alpharda berputar balik di depan dealer mobil karena tahu Terowongan Cikoko tidak bisa dilalui kendaraan.

Uji coba penerapan SSA belum akan dilakukan sepanjang hari, melainkan hanya pada pagi dan sore hari yakni pada jam-jam sibuk. Pemberlakuan untuk pagi pukul 5.30-10.00, dan sore pukul 16.00-20.00.

Untuk uji coba akan dilaksanakan selama tiga hari dan pada hari ke-empat atau Kamis (14/8) akan dilakukan evaluasi.

Kebingungan tampak dari raut wajah, Mul (35) pengendara mobil bak terbuka berwarna putih dengan nomor polisi B 9810 ZAA. Dia hendak berputar balik ke arah Pancoran.

Namun, karena tidak mengetahui penerapan SSAT itu, akhirnya dia mengikuti petunjuk petugas kepolisian dan Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan untuk melalui Jalan Tebet Timur.

"Ngga tahu mau puter balik ngga boleh. Jadi ikutin aja deh," kata bapak satu orang anak itu.

Dia mengatakan kalau dengan penerapan itu membuat warga menjadi kebingungan. Harus, sebelumnya ada sosialisasi kepada para pengguna jalan. "Binggung lah mau lewat mana kalau ditutup jalannya," tuturnya.

Sehingga, dia harus berbalik arah ke tempat semula yaitu Tebet dan ke arah MT Haryono. Karena dia mau memutar arah ke Pancoran. "Harus puter balik kalau kaya gini.

Hal serupa dikeluhkan oleh Andre (25), pengendara sepeda motor Jupiter MX. Dia mengaku harus berjalan lebih jauh kalau Terowongan Cikoko tidak bisa dilewati.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved